Home » Posts tagged "Tokyo Disneyland"

Tokyo Disney Resort 1: Tokyo Disneyland

Dalam rangka ulang tahun keponakan saya Ria chan yang pada tanggal 14 Februari 2013 genap berusia 3 tahun dan Airu kun yang pada tanggal 24 Februari 2013 genap berusia 1 tahun, saya sekeluarga (2 orang) dan adik ipar sekeluarga (2 orang dewasa 2 anak kecil) pada tanggal 24-25 Februari 2013 bertamasya ke Tokyo Disneyland.Agar praktis dan murah, kami memakai jasa tour travel JTB untuk membooking hotel dan tiket "2 day passport" (Disney Land dan Disney Sea). Untuk biaya 2 hari 1 malam di Mitsui Garden Hotel Prana Tokyo Bay sebesar 4.100 yen/orang, dan untuk tiket "2 day passport" Disney Land dan Disney Sea sebesar 10.700 yen/orang. Jadi untuk akomodasi dan tiket masuk 14.800 yen/orang. Itu belum termasuk biaya untuk beli oleh-oleh dan makan lho.Semua wahana atau parade yang mau dinaiki atau dilihat, kami cek schedulenya dan kami catat dan rencanakan benar-benar supaya waktu selama di DisneyLand tidak terbuang percuma.Kami berangkat dari Gifu pada pukul 01:47 pagi dini hari dengan mobil, saat itu salju turun dengan lebat. Karena saya tidak mempunyai SIM Jepang, maka selama perjalanan suami adik ipar saya yang menyetir mobil. Perjalanan jauh memang sekitar 500 km, kalau ditempuh dengan mobil tanpa istirahat memakan waktu sekitar 6 jam. Tapi kebiasaan orang Jepang, setiap 2 jam sekali atau bahkan kurang dari 2 jam menyetir, pasti istirahat di pemberhentian yang ada di jalan tol. Entah untuk sekedar meluruskan kaki, merokok, atau membeli minuman dan jajan di Convenience Store. Bagi saya sering berhenti itu agak menjengkelkan, karena kebiasaan saya di Indonesia, selama belum sampai tujuan saya nyetir tidak akan istirahat kecuali kalau lapar atau buang air besar/kecil. Saya pernah pulang balik Surabaya - Bali selama 12 jam tanpa istirahat di perjalanan, hanya istirahat waktu makan dan di kapal saja. Sering saya berpikir, apakah fisik orang Jepang itu lemah ya. Nyetir selama 6 jam saja, masa bolak-balik istirahat di pemberhentian. Tapi kata istri saya, untuk keselamatan diri dan mencegah kecelakaan akibat mengantuk, memang dianjurkan polisi paling tidak, selama 2 jam menyetir istirahat sekali bila menempuh perjalanan jauh.Gunung Fuji yang pada musim dingin hampir seluruhnya ditutupi saljuMatahari terbit di perjalanan menuju TokyoAkhirnya kami tiba di Tokyo pada pukul 07:30 pagi, suasana Tokyo memang jauh berbeda dengan suasana Gifu yang pedesaan dan banyak dikelilingi pegunungan indah. Sebaliknya suasana Tokyo sangat modern dan banyak sekali gedung pencakar langit. Pada malam hari suasana Tokyo sangat indah, karena banyak sekali lampu merah yang berkelipan seperti bintang. Ketika saya tanyakan istri saya, apa sih kelipan lampu merah di atas itu. Kata istri saya, itu tanda gedung tinggi, supaya kalau ada pesawat atau helikopter lewat, tahu kalau ada gedung pencakar langit di sana. Wah, benar-benar "ndesooo" saya.Selama perjalanan dari Tokyo ke Disney Resort kami melewati Tokyo Sky Tree dan Tokyo Tower. Tapi sayangnya kami tidak bisa mampir, karena jadwal 2 hari ke Tokyo hanya untuk ke Disney Resort saja. Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya Tokyo Disney Resort (Disney Land dan Disney Sea) itu sebenarnya letaknya bukan di Tokyo, melainkan di Urayasu, propinsi Chiba. Entah mengapa, dinamakan Tokyo Disneyland, bukannya Chiba Disneyland saya juga kurang mengerti.Tokyo Sky Tree Tokyo TowerAkhirnya kami tiba di Tokyo DisneyLand pada pukul 08:01, dan biaya untuk parkir mobil sebesar 2000 yen. Antrian untuk masuk sangat panjang sekali, ditambah lagi karena musim dingin meskipun cuaca cerah tetap saja dingin sekali. Hal ini dikarenakan Disneyland itu terletak di pinggir laut, jadi banyak sekali angin laut. Saran saya bagi yang mau ke Disneyland kalau pergi ke sana, jangan waktu musim dingin deh. Tidak kuat dinginnya.Antrian panjang masuk DisneyLandTiket masuk 2-Day Passport DisneyLand dan Disney SeaWelcome to DisneyLandSetelah melewati gerbang masuk, kami semua langsung berlari menuju ke tempat yang kami rencanakan yaitu naik wahana Winnie the Pooh (Pooh's Hunny Hunt). Capek juga larinya, awalnya saya heran. Ngapain sih pakai lari? Kenapa ga jalan santai saja? Namanya kan juga liburan. Tapi setelah tiba di wahana, baru saya mengerti. Ternyata antriannya panjang sekali. Wahana yang durasinya hanya 4,5 menit itu harus antri selama 70 menit. Jadi tidak mungkin deh, dalam 1 hari bisa lihat semua show, parade dan naik semua wahana yang ada di DisneyLand. Apalagi kalau bawa anak kecil, ya karena dalam rangka ulang tahun keponakan, yang penting keponakan senang. Karena waktu naik wahana tidak diperbolehkan memotret dan merekam video, bagaimana wahananya bisa dilihat disini.Setelah keluar dari wahana Winnie the Pooh, kami bagi tugas. Adik ipar saya mengantri untuk bertemu Mickey Mouse sedangkan saya dan istri berlari untuk mengambil tiket Free Pass (Tiket khusus supaya tidak mengantri, yang disediakan terbatas dan hanya dapat digunakan pada jam yang tertera di tiket Free Pass) untuk wahana Roller Coaster Big Thunder Mountain, setelah kami lihat ternyata tiker Free Pass dapat digunakan pada jam 16:00-17:00.Istana CinderellaRumah Mickey MouseSetelah kembali dari ambil tiket free pass, kami ke rumah Mickey Mouse untuk bertemu dan foto bareng Mickey. Tapi adik ipar saya tidak tahu berada dimana, jadi kami telepon selang tidak beberapa lama kemudian adik ipar saya keluar dari antrian (sementara suaminya tetap ngantri), dan menjemput kami, sehingga kami tidak perlu ngantri dari awal lagi. Seperti nitip antrian begitu. Hal ini boleh-boleh saja, jadi cara ini harus digunakan supaya waktu lebih efisien.Tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 13:00, padahal baru Winnie the Pooh dan Mickey Mouse saja. Karena pada jam 14:00 ada parade (karakter disney menari dan berjalan), kami mengeluarkan alas tikar di pinggir jalan pada jam 13:00 dan menunggu sampai jam 14:00. Kalau tidak begitu tidak bisa lihat parade karena tertutup dengan banyak kerumunan orang. Sambil menunggu kami membeli makan siang yang berupa pizza dan paha ayam, minumannya tentu saja yang hangat-hangat karena hawanya sangat dingin.Orang-orang pada menunggu semuaTepat pada pukul 14:00 parade pun dimulai.Minnie MouseCinderellaPeter PanPinokiodan masih banyak lagiSetelah parade, jadwal kami adalah bertemu dan foto bareng dengan Mini Mouse yang tentu saja harus ngantri panjang dan lama. Ya begitulah DisneyLand, negeri impian dan dongeng banyak orang yang kalau masuk harus mengantri.Waktu menunjukkan jam 15:44, setelah Minnie Mouse kami jajan dan minum teh hangat sebentar. Karena istri saya dan suami adik ipar saya takut naik Jet Coaster, saya dan adik ipar saya saja yang menuju ke wahana Jet Coaster Big Thunder Mountain. Karena pakai tiket Free Pass, tidak perlu mengantri, maju terus sampai wahana. Enaknyaaaaaa... Big Thunder Mountainlebih jelasnya disini dan disiniTidak seberapa menakutkan ternyata, dibanding dengan Jet Coaster yang ada di Universal Studio Japan. Yang menakutkan hanya masuk terowongan, gelap dan tidak bisa lihat apa-apa dan suara rel yang berderak waktu naik saja.Setelah itu kami berbelanja untuk oleh-oleh dan kemudian makan malam. Maunya sih makan nasi, tapi karena tidak ada yang jual nasi, terpaksa makan apa yang ada saja. Yaitu Mickey Hamburger. (seharian ga makan nasi ga enak rasanya)Hamburger Mickey MouseSetelah cukup istirahat dan selesai makan malam, kami menunggu parade ke dua. Ya tentu saja, kembali mengeluarkan alas tikar, duduk dan menunggu di pinggir jalan yang pada malam hari sangat dingin sekali, ditambah lagi angin kencang.Dan paradepun dimulai, parade yang kedua ini jalannya lebih pelan dari pada yang siang hari. Jadi lebih nyaman untuk mengambil foto, tetapi sangat tidak nyaman dalam kondisi malam berangin yang dingin sekali.Minnie MouseCinderella dengan gaun yang menyala Jinnya Alladin Toy Storydan masih banyak lagiSetelah selesai parade Ria chan dan papanya naik komedi putar pesawat ulang alik yang lumayan tinggi. Karena Ria chan senang sekali, dia naik komedi putar pesawat itu 2 kali. Sedangkan saya diajak, adik ipar saya naik Jet Coaster yang berbeda. Tapi karena angin malam begitu kuat dan saya tidak kuat dinginnya, saya menolak. Akhirnya saya berbelanja untuk oleh-oleh keluarga saya yang ada di Indonesia. Karena sudah malam, kami pun pergi ke Mitsui Garden Hotel Prana Tokyo Bay, hotel tempat kami menginap. Tidak disangka, kamarnya begitu besar dan tempat tidurnya ada 6, memang cocok dihuni untuk keluarga besar. Dan dengan biaya 4100 yen/orang bisa dibilang sangat murah. Akhirnya setelah kami masuk ofuro, kami tidur supaya bisa bangun pagi untuk melanjutkan ke Tokyo Disney Sea.Oyasumi nasai MickeyBersambung ke Tokyo Disney Resort 2: Tokyo Disney SeaNB: Untuk foto-foto Tokyo Disneyland lebih lengkapnya bisa dikunjungi di album foto page FB KdJ.

Continue reading »

Tokyo Disney Resort 2: Tokyo Disney Sea

Sambungan dari Tokyo Disney Resort 1: Tokyo Disney LandSenin, 25 Februari 2013, kami bangun pada pukul 7:30 pagi, dan segera bersiap-siap untuk check out dari hotel. Setelah check out dari hotel kami pun berangkat menuju ke Tokyo Disney Sea.Pukul 09:00 tepat kami pun tiba di Disney Sea yang letaknya bersebelahan dengan Tokyo Disney Land. Seperti biasa, antrian sangat panjang berada pada pintu masuk Tokyo Disney Sea. Bahkan lebih panjang daripada antrian Tokyo Disneyland. Kebanyakan yang masuk Disney Sea anak-anak pelajar yang mengenakan seragam SMP&SMA. Katanya sih, kalau masuk Disney Sea atau Disney Land dengan memakai seragam sekolah mendapat potongan harga khusus pelajar. Memang pelajar lebih banyak saya jumpai di Disney Sea daripada Disney Land, karena permainan dan wahana di Disney Sea lebih cenderung ke remaja dan dewasa, sedangkan untuk Tokyo Disneyland cenderung ke anak kecil.Sebelum masuk Disney Sea, sambil melihat peta brosur kami pun berbagi tugas. Tugas saya mengantri di wahana Toy Story Mania 3D, suami adik ipar saya bertugas untuk mengambil tiket Free Pass Tower Of Teror, sedangkan istri dan adik ipar saya bertugas untuk membeli camilan dan oleh-oleh. Setelah mengetahui letak lokasi yang dituju pada peta, kamipun memasuki pintu masuk Disney Sea, saya dan suami adik ipar saya pun berlari sekencang-kencangnya layaknya atlit lari menuju ke lokasi yang dituju. Karena banyak sekali orang, cukup membingungkan juga untuk mengetahui lokasi yang saya tuju, saya pun bertanya kepada petugas yang ada.Antrian pintu masuk Tokyo Disney Sea"Toy Story Mania?" tanya saya.Petugas pun langsung menunjuk antrian dan bilang, "Antri disini, kira-kira 90 menit".Hah, 90 menit?? Ya apa boleh buat saya ngantri saja, tapi saya bersyukur ternyata saya tidak salah lokasi dan nyasar. Tapi karena belum makan pagi dan berlarian sekuat tenaga, membuat saya agak batuk.Karena tugas masing-masing kami berpencar, ketika adik ipar saya sudah mendapatkan tiket Free Pass Tower of Teror, dia pun segera mencari dan menelepon saya. Karena banyak sekali orang, cukup sulit untuk menemukan saya, tapi cukup acungkan saja tangan ke atas, dan dia berhasil melihat tangan dan menemukan saya. Kamipun berdua mengantri bersama, dan selang beberapa lama kemudian istri dan adik ipar saya pun datang dan menemukan kami berdua.Antrian masuk Toy Story Mania 3DDinding wahana Toy Story Mania 3DWahana Toy Story 3D terbilang wahana baru di Disney Sea, baru tanggal 9 Juli 2012 Grand Openingnya. Wahana ini cukup menarik, yaitu menaiki sebuah kendaraan yang ada senapannya dan berlomba mendapatkan skor terbanyak dengan orang yang duduk di sebelah kita. Karena duduknya hanya boleh berdua, saya naik dengan suami adik ipar saya, istri saya dengan Ria chan, adik ipar saya sambil menggendong Airu bermain tembak-tembakan. Alhasil skor terakhir suami adik ipar saya lebih tinggi dari saya, tetapi dalam tingkat keakurasian menembak skor saya yang lebih tinggi.Keluar dari wahana Toy Story kami membeli jajan yang sangat unik dengan karakter Toy Story. Saya tidak tahu nama karakternyanya, tapi rasanya kenyal-kenyal manis seperti jajan "kelepon" yang ada di Indonesia. Kami beli 2 rasa, yaitu rasa Strawberry dan Coklat.Jajan karakter Toy StorySambil makan jajan, Ria chan bertemu karakter disney, meminta tanda tangan dan foto bareng bersama karakter kesukaannya. Cukup bahagia sekali dia bertemu dengan karakter Disney kesukaannya. Memakan waktu cukup lama memang, tapi karena anak kecil usia 3 tahun dan memakai pin tanda ulang tahun, cukup cepat juga dia mendapatkan tanda tangan dan foto bersama dengan karakter kesukaannya bila dibandingkan dengan orang yang lainnya.Oh ya, karakter yang paling terkenal di Disney Sea itu adalah Duffy sang beruang Disney. Tidak dikenal di Indonesia memang, saya saja baru tahu ada karakter Duffy dari istri saya. Katanya sih memang tidak ada filmnya, tetapi ada cerita dari Disneynya. Untuk lebih lengkapnya informasi tentang Duffy bisa dilihat di sini.Meminta tanda tangan paman GoberKarena Duffy adalah karakter yang paling terkenal di Disney Sea, untuk foto bersamapun harus mengantri lumayan lama.Setelah foto bareng Duffy, saatnya menggunakan Free Pass Tower of Teror. Karena tiket Free Pass, tidak perlu mengantri, langsung terus masuk saja menuju ke wahana. Enaknyaaaaaaa....Awalnya saya tidak tahu wahana seperti apa dan bagaimana. Karena semua jadwal yang mengatur adalah istri saya dan adik ipar saya. Karena yang pergi hanya saya dan adik ipar saya, saya kira seperti wahana Jet Coaster. Tapi ternyata bukan seperti Jet Coaster, melainkan wahana naik lift dan dijatuhkan kebawah dan naik keatas dengan kecepatan yang sangat tinggi, ditambah lagi suasana dan cerita hantu yang menakutkan bagai masuk Rumah Hantu. Jujur, saya orang yang takut dengan cerita seram dan ketinggian. Tapi kalau naik Jet Coaster, karena tidak jatuh secara langsung, melainkan naik kereta dengan kecepatan tinggi, bagi saya itu tidak menakutkan melainkan menyenangkan. Tapi House of Teror ini sama sekali tidak menyenangkan bagi saya, sedangkan bagi adik ipar saya kelihatannya sangat menyenangkan. Bisa dilihat di foto bahwa adik ipar saya tertawa, sedangkan saya teriak ketakutan. Di saat terakhir, jendela terbuka dan pemandangan Tokyo Disney Sea dari atas gedung Tower of Teror kelihatan sangat indah memang, tapi karena saya ketakutan saya tidak bisa menikmati sama sekali pemandangan indah tersebut.Tiket Free Pass Tower of Teror Gedung Tower of TerorSuasana di dalam Tower of TerorFoto saya berteriak ketakutan dan adik ipar saya yang kelihatan senang sekaliSetelah naik wahana Tower of Teror, kami makan siang. Karena banyak sekali anak SMA dengan seragam sekolahnya yang ber-rok yang pendek, saya cuci mata, yang bagi saya cukup menyenangkan sebagai obat dari wahana Tower of Teror. Hahaha.. Maklum di Indonesia sangat jarang sekali ada pemandangan seperti ini.Di Disney Sea saya hanya naik 2 wahana saja, sedangkan untuk parade karena diadakan di danau, sangat sulit untuk mengambil foto yang jaraknya cukup jauh. Jadi saya hanya jalan-jalan sambil mengambil foto, sedangkan Ria chan bermain dan naik wahana khusus untuk anak-anak.Parade Disney Sea yang diadakan di atas airSuasana bawah laut tempat wahana untuk cenderung ke anak-anakSiswa SMA Jepang yang berkunjung ke Disney SeaTempat bersuasana timur tengah AladdinGedung ala Amerika di Disney SeaTidak terasa haripun sudah menjelang sore, kamipun berbelanja oleh-oleh kenangan di Disney Resort baik untuk diri sendiri maupun bagi teman dan saudara kami. Dan pada pukul 18:45 kami pun keluar dari Disney Sea menuju tempat parkir dan tepat pada jam 19:13 dari Tokyo kami pulang ke Gifu. Karena cukup lelah, kami cukup sering berhenti untuk beristirahat di pemberhentian yang ada di jalan tol dan makan malam di sana.Tepat pukul 3:00 pagi hari di tanggal 26 Februari 2013, kami pun tiba di rumah kami di Gifu dan segera tidur tanpa masuk ofuro karena kelelahan.Sampai jumpa lagi MickeyNB: Untuk foto-foto Tokyo Disney Sea lebih lengkapnya bisa dikunjungi di foto album FB saya.

Continue reading »