Home » Posts tagged "Residence Card"

Juu Roku Ginko

Karena kerjaan lagi senggang, hari ini saya diliburkan, saya sempatkan untuk membuat account bank di Juu Roku Ginko (十六銀行). Juu Roku Ginko merupakan bank lokal wilayah Gifu. Kenapa saya memilih Juu Roku Ginko, ya karena saya berdomisili di Gifu dan bank nya dekat dengan rumah saya.Syarat untuk membuat account, hanya menunjukkan ID Card saja, atau bisa dibilang Residence Card dan Inkan. Begitu saya masuk bank, mengambil nomer antrian, dan setelah dipanggil. Saya agak kaget karena yang diminta bukan Residence Card, melainkan Hokensho (保険証) atau Kartu Asuransi. Padahal saya sudah siap-siap keluarin Residence Card, tapi untunglah saya selalu bawa Kartu Asuransi di dompet saya. Memang sih, untuk orang Jepang ID Card mereka itu Kartu Asuransi dan SIM saja, tidak ada yang namanya KTP seperti Residence Card.Setelah mengisi formulir permohonan dan membubuhkan inkan, akan disuruh memilih design kartu ATM atau IC cash card, yang akan jadi dan dikirim ke rumah melalui via pos kira-kira 10 hari setelah membuat account. Setoran awal untuk membuat account paling minimal 1 yen, sedangkan setoran awal yang saya masukkan 5000 yen.Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya saya dipanggil kembali ke counter untuk mengambil buku tabungan dan memilih casing untuk buku tabungannya. Ada sekitar 8 pilihan casing, tapi akhirnya saya pilih yang hitam.Petugas bank yang melayani sayaNomer antrianUntuk pengambilan uang di ATM Juuroku ginko, dan di konbini Seven Eleven, Mini Stop dan Family Mart tidak akan dikenakan biaya administrasi. Dan untuk menabung di ATM bisa menggunakan kartu atau buku tabungan. Penasaran juga bagaimana caranya nabung di ATM pakai buku tabungan ya. Nanti akan saya coba deh..Buku tabungan sayaKartu ATM saya jadi setelah 10 harikarena saya tidak ada di rumah, jadi saya ambil di kantor pos pusat GifuDaftar Bank di Jepang ===> klik di sini

Continue reading »

Tilang di Jepang

Surat tilang tampak depanSaya akan menceritakan pengalaman saya melanggar lalu lintas kemudian di tilang di Jepang. Kejadian ini sebenarnya terjadi bulan November 2014. Saat itu saya berangkat kerja menggunakan kendaraan roda 4, karena saya masuk malam jadi sekitar jam 16.00 saya berangkat dari rumah saya menuju ke tempat kerja saya yang berada di Mizuho shi Gifu ken.Melewati jalan rute 21, saya melanggar lampu lalu lintas yang saat itu telah berubah dari warna kuning ke merah. Alhasil dari arah belakang ada mobil polisi atau biasa disebut orang Jepang "Pato kaa" (singkatan dari Patroli Car), mengejar dan menghampiri saya serta menyuruh saya ke pinggir jalan."Sial" pikir saya, ya apa boleh buat.Polisi dengan sopan berbicara pada saya, dan meminta untuk menunjukkan SIM saya.Karena saya bukan orang Jepang, saya mengeluarkan SIM dan Residence Card saya.Polisi cukup terkejut, karena dia mengira saya orang Jepang.Kemudian saya berkata, "Pak maaf, saya buru-buru neh, mau kerja"."Oh begitu, baiklah saya akan secepatnya melakukan prosesnya".Sumpret, saya bilang begitu supaya dibebasin, ternyata..... Argggggg...Proses memang cepat, mungkin sekitar 5 menit.Surat tilang tampak belakangSaya kena kasus melanggar lampu merah atau orang Jepang bilang 信吾無視 (Shingo mushi), kena denda sebesar 9000 yen serta poin SIM saya yang awalnya 0 bertambah jadi 2 poin,Sekedar informasi, bila melanggar lalu lintas di Jepang selain kena denda atau hukuman penjara juga menerima poin.Bila poin terkumpul lebih dari 5 poin dalam jangka waktu 3 tahun maka SIM bisa ditidak berlakukan selama waktu tertentu atau biasa disebut 停止/teishi (bisa 30 hari, 60 hari, 90 hari tergantung pelanggaran yang dilakukan), bisa juga SIM dicabut dan tidak diberlakukan atau biasa disebut 取り消し(tori keshi).Jumlah poin SIM Teishi dan TorikeshiHukuman paling berat adalah mengemudi sambil mabuk, hukumannya masuk penjara, denda dan SIM dicabut serta tidak diberlakukan atau biasa disebut 取り消し(tori keshi).Tidak memiliki SIM tapi mengendarai kendaraan, hukumannya masuk penjara dan denda.Info lebih lengkapnya bisa dibaca di sini.Kembali ke kasus saya.Pembayaran denda dilakukan di bank terdekat, jadi denda tidak dibayar pada waktu kena tilang seperti di Indonesia.Aduh sayang banget, uang 9000 yen (sekitar Rp. 900 ribu) melayang percuma.Yah itulah pengalaman saya ditilang di Jepang.Semoga sahabat KdJ tidak mengalaminya ya.Taatilah rambu-rambu lalu lintas

Continue reading »

Lika-liku Mencari Kerja di Jepang

Contoh resume penulis di GaijinpotHey hoo!Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saya mencari pekerjaan di Jepang. Mohon maaf sekali karena saya ga mengerti soal kenshusei (pegawai magang) saya ga bisa membahas soal itu.Sejak saya pindah ke Jepang (Maret 2014), saya butuh waktu 2 bulan sampai Residence Card saya jadi. Agak nekat memang, karena saya kesini pake visa turis yang berlaku 15 hari (untung bisa extend visa 90 hari disini. Hehe…).Setelah saya menerima Residence Card, saya langsung galau memikirkan pekerjaan apa yang bisa saya lakukan disini.Walau saya disini memiliki visa pasangan yang membuat saya tidak memiliki batasan pekerjaan apapun, tapi saya terhambat dengan kemampuan Bahasa Jepang saya yang hampir nol.Jadi awalnya saya cuma bisa mengandalkan kemampuan Bahasa Inggris dan senyum menawan saya saja (cih..) Tadinya saya hanya kepikiran bekerja di konbini atau jadi waitress di restaurant/kafe. Tapi untuk melayani pelanggan-pun saya tetap butuh Bahasa Jepang yang lumayan. Sempat putus asa mau bekerja di bar khusus orang asing, padahal saya benci kehidupan malam, apalagi bau rokok dan alkohol. Yang ada di pikiran saya waktu itu, saya harus dapat pekerjaan supaya saya mandiri dan ga jadi beban suami. Akhirnya setelah saya googling, saya menemukan situs pencari lowongan pekerjaan di Jepang (sejenis Jobstreet gitu).Berikut situs-situs yang saya rekomendasikan:1. Daijob.Tampilan DaijobSaya tau mengenai Daijob dari suami saya, karena dulu dia juga menemukan pekerjaannya yang sekarang dari Daijob ini.Kelebihan Daijob adalah isinya pekerjaan-pekerjaan permanen level menengah ke atas, sehingga kemungkinan besar si perusahaan mau memberikan sponsor untuk visa kalian dan gaji yang ditawarkan juga tinggi.Beberapa perusahaan juga bersedia melakukan interview via telp/video call.Sayangnya web ini hanya disupport dengan Bahasa Jepang, jadi kalian wajib bisa membaca dan menulis kanji.Karena saya ga bisa, jadi saya sangat bergantung sama bantuan suami saya. 2. GaijinpotTampilan gaijinpotNahhh, saya berhutang banyak sama situs ini nih. Karena semua pekerjaan yang pernah saya lakukan hingga saat ini berawal dari Gaijinpot ini.Kelebihan situs ini:Di support 2 bahasa, Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris, jadi sangat user-friendly bagi orang asing yang tidak lancar Bahasa Jepang. Pilihan pekerjaannya beragam, mulai dari pekerjaan kasual, semi-permanen, maupun permanen. Jadi walaupun kita gak ada skill khusus, kita bisa menemukan pekerjaan yang lumayan oke disini. Punya page di Facebook yang selalu update pekerjaan terbaru tiap minggunya. Tampilannya mudah dimengerti dan mudah diaplikasikan. Kalo kekurangannya apa ya? Sampai saat ini saya ga menemukan masalah apa2 sih…Pertama-tama kalian harus membuat resume/CV berdasarkan template masing2 situs. Kalau di Daijob harus ditulis pakai kanji, tapi kalau di Gaijinpot pakai Bahasa Inggris juga bisa.Setelah resume kalian jadi, baru deh kalian cari-cari pekerjaan mana yang kira-kira bisa kalian lakukan. Kalau sudah ketemu, tinggal apply secara online dan kalau mereka tertarik, mereka akan menghubungi kalian untuk interview. Pekerjaan yang banyak ditawarkan untuk orang asing dan tidak membutuhkan skill khusus maupun kemampuan Bahasa Jepang biasanya berhubungan dengan Bahasa Inggris, seperti:ALT (Assistant Language Teacher) atau guru Bahasa Inggris yang akan mengajar di sekolah2 di Jepang. ALT ini adalah pekerjaan pertama saya di sini, saya dapatkan kurang dari sebulan dari sejak saya mendaftar di Gaijinpot. Untuk lengkapnya mengenai pekerjaan ini akan saya bahas di postingan berikutnya ya. Pre-school/Day Care teacher, walaupun disini bilangnya guru, tapi kalian juga harus melakukan kegiatan merawat si anak (dari bacain cerita sampe ganti popok). Private English instructor, bedanya sama ALT, mereka ini akan mengajarkan Bahasa Inggris bagi orang dewasa/umum, baik yang kasual (seperti les percakapan di kafe2) ataupun mengajar grup karyawan kantor. Tapi minus side nya, pekerjaan2 di atas biasanya mengharuskan si pelamar sudah ada di Jepang, tidak memberikan sponsor visa (kecuali untuk posisi permanen), dan gajinya kecil kalau bukan guru permanen.Sebagai perbandingan, guru/instruktur permanen, gajinya tetap setiap bulan sekitar 200.000 – 240.000 yen (before tax).Kalau ga permanen, gajinya dihitung per hari atau per jam, kalau dihitung sebulan paling besar mungkin hanya 180.000yen (before tax).Tapi untuk pekerjaan awal, pekerjaan ini sangat menjanjikan dan cenderung mudah didapatkan.Kalau kalian bisa paling tidak Bahasa Jepang dasar dan ada skill khusus (seperti di bidang teknik atau manajemen), tentu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi.Tips saya: Sebagai mantan staf HRD, saya menyarankan jangan berkecil hati apabila ada persyaratan pelamar yang gak sesuai dengan kita, misalnya pelamar harus berasal dari negara tertentu atau kuliah dari jurusan tertentu. Pokoknya walaupun ga memenuhi semua syarat, tetap saja ajukan lamaran, urusan dipanggil atau nggak urusan belakangan. Harus cermat dengan perusahaan yang ada. Sebelum melamar pastikan perusahaan tersebut benar2 ada atau tidak memiliki reputasi buruk, dengan cara cek di google. Selamat hunting pekerjaan ceman-ceman!Useful link:https://www.daijob.comhttps://jobs.gaijinpot.com/index/index/lang/enPenulis adalah admin page KdJApril•Saitama

Continue reading »