Home » Posts tagged "Oda Nobunaga"

Hi Matsuri Tejikara Gifu 2013

Saya sedang memegang Bakuchiku (爆竹)Hi Matsuri (火祭り) atau Festival Api di Kuil Tejikara Gifu ini termasuk Haru Omatsuri (Festival musim semi) telah menjadi budaya penting selama 300 tahun di Gifu Jepang. Arti dari Hi Matsuri ini tidak jauh berbeda dengan Haru Matsuri yang lainnya, yaitu supaya hasil panen melimpah dan sehat selalu menyertai sepanjang tahun ini.Dalam setahun di Gifu, diadakan Hi Matsuri 2 kali, yaitu pada waktu musim semi bulan April hari Sabtu kedua yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 13 April 2013, dan pada musim panas bulan Agustus hari Minggu kedua di Sungai Nagara. Pada kesempatan kali ini, berkat teman lama istri saya yang setiap tahun selalu ikut serta dalam perayaan Hi Matsuri, saya dapat bergabung meramaikan perayaan Hi Matsuri di Kuil Tejikara Gifu.Kuil Tejikara ini sempat tercantum dalam sejarah Oda Nobunaga, yaitu pada waktu Oda Nobunaga ingin menguasai dan memiliki tanah dari warga, dia mengklaim tanah warga sebagai miliknya, dan sebagai tanda kalau kalau dia serius, dia selalu mempunyai kebiasaan membakar kuil-kuil. Dan ketika hendak membakar Kuil Tejikara ini, kabut tebal mendadak muncul dan membuat Oda Nobunaga menjadi pusing, matanya berkunang-kunang, kaki dan tangannya tidak bisa bergerak sehingga Oda Nobunaga terjatuh dari kudanya. Itu terjadi karena Kami Sama (Dewa) marah pada Oda Nobunaga, dan akhirnya membuat Oda Nobunaga sadar, dan akhirnya berdoa dan memohon pengampunan pada saat itu juga di depan kuil. Setelah memohon pengampunan pada Kami Sama, kabut menjadi lenyap, tangan dan kaki Oda Nobunaga pun kembali menjadi sehat seperti semula. Karena Kami Sama ada di Kuil Tejikara, maka Oda Nobunaga menjaga dan menganggap penting Kuil Tejikara ini.Kembali ke topik Hi Matsuri, untuk mengikuti Hi Matsuri tentu harus punya baju khusus untuk merayakan Omatsuri yang disebut HAPPI (ハッピ) yang pada umumnya berwarna biru dan di punggung bertuliskan 祭 (Matsuri). Agak berbeda dengan baju yang lainnya, untuk Hi Matsuri di Gifu berwarna biru gelap dan bertuliskan 長(Nagai) yang artinya singkatan dari wilayah Nagamori 長森 yang diadakannya Hi Matsuri ini. Karena baju bertuliskan 長 sangat jarang ada toko yang menjualnya, maka saya memesannya di Obaasan-nya teman saya sebesar 10.000 yen. Mahal memang, karena tidak ada toko yang menjualnya, ditambah lagi hanya dipakai waktu Omatsuri saja. Perlengkapan selanjutnya adalah celana panjang putih jeans atau yang tahan api, sepatu Omatsuri dan kain putih panjang untuk dililitkan secara kuat di perut. Ya, kalau ditotal semua kira-kira habis 17.000 yen.Happi ハッピ yang paling populer bertuliskan MatsuriSetelah semua siap, saya berkumpul di rumah teman saya, dan memulai untuk menggotong Omikoshi dari wilayah Hosobata 細畑 sampai ke Kuil Tejikara. Ada sekitar 9 wilayah yang ikut serta dalam festival ini, karena teman saya dari wilayah Hosobata, saya pun ikut mewakili dari wilayah Hosobata yang ditandai dengan ikat pinggang dan ikat kepala berwarna Pink.Dari Hosobata menuju ke Kuil TejikaraSenyum dulu donk :) Bersama teman-temanOmikoshi yang kami panggul ada 2 yaitu yang berupa peti di depan dan belakang ada daun Sakaki dan yang berbentuk Pyramid Sphinx. Untuk yang berbentuk peti hanya akan ditaruh di Kuil Tejikara, sedangkan yang berbentuk Pyramid Sphinx setelah berada di Kuil Tejikara akan dipasang kembang api di atasnya dan sambil memanggul Omikoshi berlari berputar-putar di halaman Kuil.Omikoshi kami dari wilayah HosobataSepintas memang kaya Ogoh-Ogoh di Bali, kalau saya bilang sih sama. Hanya saja menurut saya punya Bali lebih besar.Di Omatsuri ini, banyak sekali Yatai 屋台 atau biasa disebut pedagang kaki lima kali ya, yang hanya ada pada waktu Omatsuri saja. Banyak sekali orang-orang berdatangan, untuk melihat Hi Matsuri atau sekedar beli jajan di Yatai. Bagi kebanyakan cewek Jepang, cowok yang ikut serta dalam Hi Matsuri ini dianggap sangat berani dan gagah, atau dianggap benar-benar Lelaki Sejati. Sehingga banyak cewek Jepang sangat antusias, tersenyum sambil melambai-lambaikan tangan dan memberi semangat saat melihat arak-arakan Omikoshi. Bahkan banyak cowok Jepang yang ikut serta dalam Hi Matsuri karena alasan tersebut.Setelah semua Omikoshi dari semua wilayah masuk ke kuil Tejikara, sekitar jam 7 malam pun acara pun dimulai.Video ketika saya sambil membawa Omikoshi masuk ke dalam lautan api, karena teman saya yang merekamnya, saya hanya kelihatan sekilas saja. Untuk masuk ke dalam lautan api, baju omatsuri (Happi) harus dilepas, supaya api tidak masuk ke dalam baju dan menimbulkan luka bakar lebih serius. Jadi harus bertelanjang dada.Setelah Omikoshi dari seluruh wilayah telah diarak, acara selanjutnya adalah Bakuchiku 爆竹, yaitu memegang bambu yang berisi kembang api di atas.Saya dan teman sayaCara memegang Bakuchiku harus tegak lurus dan jempol di atas, sebelum disulut Bakuchiku harus dimasukkan kedalam Happi, supaya tidak terkena percikan api dan terbakar sebelum waktunya. Kalau salah, bisa meledak atau berakibat fatal, karena itu harus berhati-hati, meskipun panas dan terkena percikan api, saya harus menahan sakitnya.Acara terakhir adalah acara puncaknya, yaitu bernama Yama Yaki 山焼き yang artinya gunung terbakar.Setelah Yama Yaki, acara pun selesai. Saya pun sebelum pulang menyempatkan beli jajan di Yatai, tetapi saya tidak langsung pulang. Karena teman saya mengajak saya dan istri saya makan bersama. Setelah makan baru lah kami pulang. Sungguh menyenangkan memang bisa bergabung ikut serta dalam Omatsuri. Ini adalah pertama kali saya bergabung dengan Omatsuri, dan tentu saja dengan cedera luka bakar di tangan, punggung dan dada. Sakit? Tentu saja, tapi menyenangkan.Luka bakar di punggung sayaMusim panas tahun ini, saya berencana ikut lagi Hi Matsuri yang akan diadakan di Sungai Nagara Gifu.

Continue reading »

Istana Gifu

Karena saya hari ini libur, pagi ini saya bersepeda menuju ke Taman Gifu dan sekalian ke Istana Gifu (yang ternyata hanya 6 km dari apartemen saya). Walaupun dari apartemen saya kelihatan, tapi setelah 6 bulan tinggal di Gifu baru kali ini saya ke Istana Gifu.Istana Gifu berada di puncak gunung Kinka, jadi kalau mau ke Istana Gifu dari Taman Gifu ada 2 pilihan, mendaki (hiking) atau naik Rope Way.Istana Gifu dulunya pernah didiami oleh War Lord-nya Jepang yang bernama Oda Nobunaga lho.Sejarahnya begini :"Kuasai Gifu dan seluruh Jepang dapat kau kuasai" adalah pepatah yang dikenal selama zaman Sengoku. Letak geografis Gifu yang berada di tengah-tengah Pulau Honshu membuat daerah ini dijadikan pangkalan militer oleh para pemimpin perang zaman Sengoku. Selama lebih dari 200 tahun, Provinsi Mino (termasuk wilayah yang sekarang disebut kota Gifu) berada di bawah kendali klan Toki yang merupakan klan yang berpengaruh di daerah ini.Namun selama zaman Sengoku, samurai bawahan dari klan Toki yang bernama Saitō Dōsan memberontak terhadap klannya sendiri. Provinsi Mino dikuasai Saitō Dōsan pada tahun 1542 yang kemudian membangun Istana Inabayama di atas Gunung Inaba sebagai langkah awal dalam usahanya menjadi pemersatu Jepang.Sewaktu Dōsan berkuasa, putrinya yang bernama Nōhime menikah dengan Oda Nobunaga yang waktu itu adalah pemimpin perang dari Provinsi Owari yang bertetangga. Pernikahan tersebut dimaksudkan sebagai usaha menyatukan kekuatan militer dari dua keluarga. Seperti halnya Dōsan, Nobunaga memiliki ambisi menyatukan Jepang, dan akhirnya memberontak serta menggulingkan kekuasaan bapak mertuanya pada pertengahan abad ke-16.Nobunaga memberi nama daerah yang menjadi wilayah kekuasaannya setelah berkonsultasi dengan seorang biksu. Desa Inokuchi dan daerah di sekelilingnya di Provinsi Mino disebutnya sebagai Gifu pada tahun 1567. Karakter kanji gi (岐) untuk menulis kata Gifu diambilnya dari nama gunung legendaris di Cina, Qishan (岐山) yang merupakan tempat berawalnya Dinasti Zhou, pemersatu Cina zaman kuno. Karakter kedua, 阜 (fu) berarti kaki gunung dan diambil dari nama tempat kelahiran Kong Hu Cu di kota Qufu. Walaupun Nobunaga bukan orang kelahiran Gifu, ia memilih gunung dan istana bekas milik Dōsan sebagai pangkalan militer yang diberinya nama Gunung Kinka dan Istana Gifu.Perekonomian Gifu tumbuh dengan pesat sepanjang zaman Sengoku, terutama setelah dijadikan pusat kekuasaan Oda Nobunaga yang semakin meluas. Nobunaga memperkenalkan sistem pasar bebas yang disebut Rakuichi Rakuza (楽市楽座). Penduduk dapat berdagang secara leluasa, dan perdagangan tidak lagi dimonopoli kuil-kuil Buddha dan Shinto daerah-daerah. Kota Gifu begitu ramai hingga misionaris Yesuit Portugis Louis Frois yang mengunjungi Gifu sebagai tamu Nobunaga menyebut Gifu sebagai "Babilonia yang ramai"Saya menggunakan Rope Way untuk ke Istana Gifu, karena sangat tinggi bila mendaki dan cuaca sangat panas (karena sedang musim panas). Biaya untuk Rope Way, bolak-balik sebesar 1050 yen, sedangkan kalau sekali saja 600 yen. Jadwal untuk Rope Way setiap jam ada 4 kali pemberangkatan yaitu menit 00, 15, 30, dan 45.Tiket Rope Way PPPintu masuk Rope WaySuasana di dalam Rope Way Pemandangan dari Rope WayBegitu turun dari Rope Way, ternyata masih harus berjalan mendaki lagi ke atas menuju Istana Gifu. Lumayan capek juga, bisa dibayangkan kalau mendakinya dari bawah, bisa habis nafas dah.Turun dari Rope Way masih mendaki lagiUntuk biaya masuk ke Istana Gifu hanya 200 yen, dan ternyata Istana Gifu ternyata tidak begitu besar dan megah, hanya terdiri dari 3 lantai saja, dan di dalamnya seperti layaknya museum terdapat alat-alat perang, katana, lukisan jaman dahulu. Mungkin yang menjadi istimewa karena letaknya di atas gunung Kinka sehingga sungguh luar biasa pemandangannya.Istana GifuTiket masuk bisa didapat di sebelah kanan setelah masuk IstanaIsi di Istana Gifu tidak berbeda dengan Istana Jepang yang lainnya, yang berupa peninggalan bersejarah di istana itu sendiri.KatanaBaju perangKatanaDi lantai paling atas yaitu lantai 3 adalah tempat dimana kamar Oda Nobunaga, pemandangan dari kamar Oda Nobunaga sungguh luar biasa.Setelah puas menikmati pemandangan, saya menuju ke museum yang letaknya tidak jauh dari Istana, jangan lupa ketika masuk museum menunjukkan tiket masuk istana ya. Museumnya tidak terlalu istimewa sih, hampir sama juga dengan barang bersejarah yang ada di dalam Istana.Saya menyarankan kalau pergi ke Istana Gifu waktu sore hari saja, karena begitu menjelang malam hari, bisa melihat pemandangan malam kota Gifu yang luar biasa di cafe dan restoran yang ada di dekat istana.

Continue reading »