Home » Posts tagged "Kartu Asuransi"

Juu Roku Ginko

Karena kerjaan lagi senggang, hari ini saya diliburkan, saya sempatkan untuk membuat account bank di Juu Roku Ginko (十六銀行). Juu Roku Ginko merupakan bank lokal wilayah Gifu. Kenapa saya memilih Juu Roku Ginko, ya karena saya berdomisili di Gifu dan bank nya dekat dengan rumah saya.Syarat untuk membuat account, hanya menunjukkan ID Card saja, atau bisa dibilang Residence Card dan Inkan. Begitu saya masuk bank, mengambil nomer antrian, dan setelah dipanggil. Saya agak kaget karena yang diminta bukan Residence Card, melainkan Hokensho (保険証) atau Kartu Asuransi. Padahal saya sudah siap-siap keluarin Residence Card, tapi untunglah saya selalu bawa Kartu Asuransi di dompet saya. Memang sih, untuk orang Jepang ID Card mereka itu Kartu Asuransi dan SIM saja, tidak ada yang namanya KTP seperti Residence Card.Setelah mengisi formulir permohonan dan membubuhkan inkan, akan disuruh memilih design kartu ATM atau IC cash card, yang akan jadi dan dikirim ke rumah melalui via pos kira-kira 10 hari setelah membuat account. Setoran awal untuk membuat account paling minimal 1 yen, sedangkan setoran awal yang saya masukkan 5000 yen.Setelah menunggu sekitar 15 menit, akhirnya saya dipanggil kembali ke counter untuk mengambil buku tabungan dan memilih casing untuk buku tabungannya. Ada sekitar 8 pilihan casing, tapi akhirnya saya pilih yang hitam.Petugas bank yang melayani sayaNomer antrianUntuk pengambilan uang di ATM Juuroku ginko, dan di konbini Seven Eleven, Mini Stop dan Family Mart tidak akan dikenakan biaya administrasi. Dan untuk menabung di ATM bisa menggunakan kartu atau buku tabungan. Penasaran juga bagaimana caranya nabung di ATM pakai buku tabungan ya. Nanti akan saya coba deh..Buku tabungan sayaKartu ATM saya jadi setelah 10 harikarena saya tidak ada di rumah, jadi saya ambil di kantor pos pusat GifuDaftar Bank di Jepang ===> klik di sini

Continue reading »

Clubbing at Ageha Club

Sabtu, 25 April 2015Sesudah saya selesai menonton konser pentolan The Beatles, Paul Mc. Cartney di Tokyo Dome, saya janjian dengan Dee Dee untuk bertemu di Stasiun Suidobashi.Karena terlalu lama menunggu dan saya ingin buang air besar. Maka saya mampir ke Mc. Donald beli minuman sekalian numpang ke toilet.Tak lama kemudian Dee Dee pun muncul, setelah minum kopi dan ngobrol sedikit, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Shin Kiba untuk clubbing.Tapi sangat disayangkan sebelum sampai di stasiun Shin Kiba, kereta berhenti dan waktu menunjukkan kalau jam operasional kereta telah berakhir.Entah ada di stasiun mana waktu itu, akhirnya kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taksi.Sampailah di Ageha...Setelah memasukkan tas, jaket dan bawaan kami yang gak penting ke loker, kami pun membeli tiket yang pada hari itu tiket masuknya 3500 yen, tidak termasuk minum. Memasuki club di Jepang harus menunjukkan ID card (Kartu Asuransi, Residence Card atau SIM) untuk klarifikasi umur, karena untuk usia dibawah umur memang dilarang keras masuk club.Dan melewati pemeriksaan barang bawaan yang sangat ketat. Seluruh barang yang dibawa di kantong baju dan celana dikeluarkan termasuk HP, dompet dan lain-lain. Dompet pun isinya diperiksa, serta seluruh tubuh di geledah oleh pihak security club. Bahkan saya yang pakai topi pun, disuruh lepas topi saya. Apakah di Indonesia juga begitu ya?? Seingat saya yang dulu sering dugem di Bali pemeriksaan tidak seketat di Jepang, malah lebih terkesan bebas sekali.. Kembali ke Jepang, di Ageha club terdapat 4 venue dan ada tempat seperti taman dimana kita bisa membeli makanan bila lapar. Tapi untuk membeli makanannya kita harus menukarkan uang kita dengan koin khusus seperti voucher.Setelah mengisi perut yang lapar...Saya dan Dee Dee clubbing sampai matahari menampakkan dirinya.Foto di atas saya ambil dari Official Facebook Page Ageha Club Tokyo Setelah tidak tidur semalaman, perjalanan saya lanjutkan ke Tokyo Tower.

Continue reading »