Home » Posts tagged "Indonesia"

4 Manga Shoujo Baru Akan Terbit di Indonesia

Kabar gembira bagi pencinta manga shoujo di Indonesia karena 2 penerbit lokal akan segera merilis 4 judul baru. Seperti dilansir dari ANN, kedua penerbit tersebut adalah Elex Media Komputindo dan M&C! yang akan menerbitkan Koi, Suru ka Ochiru ka, Tegami, Be with My First Love (Hatsukoi My Home) dan Colorful Love (Koi Furu Colorful- Zenbu Kimi to Hajimete). Koi, Suru ka Ochiru ka berisi 5 cerita pendek yang menceritakan kisah percintaan remaja. Manga ini telah diterbitkan Shogakukan di Jepang pada Januari 2015 lalu. Sedangkan Tegami merupakan manga satu jilid yang bercerita tentang dua bersaudara Satsuki dan Mei. Satsuki merupakan kakak perempuan yang memiliki hubungan canggung dengan Mei, adiknya. Karena suatu kecelakaan, Satsuki dan Mei mulai saling berkirim surat satu sama lainnya. Manga satu jilid ini terbit di majalah Hana to Yume pada tahun 2014. Koi, Suru ka Ochiru ka dan Tegami akan diterbitkan Elex Media pada 21 Desember mendatang. Manga shoujo lainnya yang juga akan diterbitkan oleh penerbit Indonesia lainnya adalah Be with My First Love karangan Yuki Morita. Judul ini bercerita tentang kehidupan anak SMA bernama Mei yang jatuh hati kepada Nagase. Saat Mei berhasil mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaan, si cowok menjatuhkan mentalnya. Selang setengah tahun, ada masalah keluarga yang memaksa Mei tinggal di rumah Nagase. Mei pun merasa bila masih ada kesempatan kedua baginya. Colorful Love adalah manga karangan Ai Minase yang bercerita tentang gadis SD bernama Mashiro yang jatuh cinta kepada cowok bernama Haruto. Empat tahun kemudian seorang cowok pindah ke sekolahnya dari Tokyo dengan nama yang sama persis, Haruto Yuki. Saat ditanya tentang kepastian, Haruto mengelak dan mengancam dengan dingin. Namun pelan-pelan Mashiro mulai jatuh cinta dengan sosok ini. Dua manga shoujo ini akan diterbitkan oleh M&C! pada 21 Desember mendatang. Bersiaplah menyambut kedatangan empat manga shoujo ini mulai dari sekarang. (All images: animenewsnetwork.com) The post 4 Manga Shoujo Baru Akan Terbit di Indonesia appeared first on Japanese Station.

Continue reading »

Jumbo Takarakuji

Setiba saya di Jepang (akhir November 2012), saya dan keluarga membeli beberapa lembar Jumbo Takara Kuji.Bagi yang tidak tahu takara kuji adalah lotre keberuntungan atau di Indonesia biasa disebut togel (tebak angka). Bisa dibilang semacam judi ya..Tempat penjualan takara kuji bisa dijumpai di banyak tempat dan di setiap sudut tempat. Umumnya berupa rumah box dan didalamnya hanya memuat satu orang penjual saja. Pembeli harus bertransaksi dengan berdiri tegak karena memang tidak ada kursi yang tersedia, mirip transaksi di loket penjualan tiket pertunjukkan.Saya membeli Takara kuji di dalam Mall yang terdapat rumah box Takara KujiSebenarnya ada beberapa macam jenis Takara Kuji tapi yang saya beli adalah Jumbo Takara Kuji, karena berhadiah paling besar dan paling heboh. Dalam satu tahun ada 4 episode penarikan yang masing-masing diberi nama GREEN JUMBO untuk penarikan episode bulan Maret, DREAM JUMBO bulan Juni, SUMMER JUMBO episode bulan Agustus dan yang terakhir adalah YEAR END JUMBO untuk bulan Desember. Hadiah utama bisa bertambah besar jika hadiah utama yang tidak ada pemenangnya di periode pertama maka hadiah akan digabungkan pada periode berikutnya.Harga lotre ini sebesar 300 yen perlembar, tapi kebanyakan orang membeli dalam satu set berisi 10 lembar lotre dengan harga 3000 yen per set dengan tipe 2 pilihan, bernomor seri acak (renban) atau bernomor seri berurutan (tsutsukeru).Yang saya beli adalah Year End Jumbo, satu set dengan harga 3000 yen bernomor seri acakYEAR END JUMBO Takara Kuji 2012 yang tersebar di seluruh Jepang hanya ada1 lembar Takara Kuji yang berhadiah sebesar 400,000,000 yen (kalau dirupiahkan tambahkan saja dua nol dibelakangnya)2 lembar Takara Kuji yang berhadiah sebesar 100,000,000 yen (hadiah dari periode sebelumnya yang tidak diambil)3 lembar Takara Kuji yang berhadiah sebesar 30,000,000 yen100 lembar Takara Kuji yang berhadiah sebesar 1,000,000 yen99 lembar Takara Kuji yang berhadiah sebesar 100,000 yen (hadiah dari periode sebelumnya yang tidak diambil)1,000 lembar Takara Kuji yang berhadiah sebesar 100,000 yen100,000 lembar Takara Kuji yang berhadiah sebesar 3,000 yen1,000,000lembar Takara Kuji yang berhadiah sebesar 300 yenBiasanya diundi pada tanggal 31 Desember, dan pemenangnya bisa ambil hadiah 1 minggu sesudahnya (7 Januari)Katanya sih, kalau beli satu set yang berisi 10 lembar didalamnya pasti minimal 1 lembar yang tepat.Dan memang terbukti saya menang mendapatkan hadiah sebesar 300 yen. Kalau dibilang menang ya tidak bisa, soalnya saya beli seharga 3,000 yen, jadi rugi 2,700 yen.SAYA BELUM BERUNTUNG.. hahahaTakara kuji bagi orang jepang hanya permainan keberuntungan belaka, belum pernah saya mendengar orang bangkrut gara-gara takara kuji. Semua orang tentu ingin kaya, semua orang tentu ingin menang takara kuji tapi tidak ada orang sinting yang sampai mepertaruhkan uang gaji dan membeli takara kuji dalam jumlah besar.Kebanyakan orang umumnya hanya akan membeli sekali saja yaitu periode bulan Desember yang sering dianggap peruntungan akhir tahun.

Continue reading »

Tekken (鉄拳)

倉科 岳文 (Kurashina Takefumi)alias 鉄拳 (Tekken)Pada awal Januari saya melihat acara televisi yang menyiarkan sosok komedian Jepang bernama Tekken. Bukan acara komedi yang saya lihat tetapi acara berita yang menunjukkan hasil karya Tekken yang berupa パラパラ漫画 (para-para manga = sketsa yang digambar sedemikian banyak sampai ribuan lembar sehingga kalau dilihat seperti bergerak/anime).Jujur saya belum pernah melihat bagaimana komedian ini berkomedi tetapi saya begitu tersentuh sampai meneteskan air mata dengan hasil karyanya yang bernama 振り子 (Furiko yang dalam bahasa Indonesia berarti bandul). Karya ini begitu menyentuh hati sehingga grup band asal Inggris bernama Muse menjadikannya video klip di karyanya yang berjudul Exogenesis: Symphony Part 3 (Redemption) di album Resistance. Yang kemudian menjadi sensasional di Youtube.Pagi ini di televisi, saya melihat Tekken untuk kedua kalinya karena itu saya berniat untuk menuliskannya di blog saya, Sekedar informasi Tekken tidak pernah memperlihatkan wajah aslinya ke publik dan akhir-akhir ini pekerjaan sebagai komedian sebagian besar tidak dilakukannya karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya membuat para-para manga yang katanya gajinya lebih besar.Bukan hanya musisi di Jepang saja, tetapi banyak musisi dunia yang memintanya membuatkan para-para manga untuk dijadikan video klip.Referensi:http://tekkenparapara.seesaa.net/article/309947042.htmlhttp://blog.livedoor.jp/rika_x/archives/6530961.htmlhttps://twitter.com/muse/status/202407515420508161

Continue reading »

Gyuudon

Gyuudon 牛丼Kalau ditanya orang Jepang, makanan Jepang apa yang saya sukai? Pada awal saya datang ke Jepang jawaban saya Sukiyaki. Tetapi setelah makan gyuudon, jawaban saya berubah menjadi Gyuudon.牛丼(gyuudon) yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara langsung berarti, gyuu (sapi) don (mangkok) kalau digabungkan menjadi mangkok sapi. Lucu juga bukan.Pertama kali saya makan gyuudon bukan di restoran, bukan juga buatan istri. Melainkan beli gyuudon instant di supermarket berupa sachetan (seperti indomie), sehingga bisa dimakan sewaktu-waktu bila perut lapar. Hanya tinggal masukkan ke dalam microwave, setelah beberapa menit pun bisa langsung dilahap.Setelah gyuudon instant habis, istri saya membuatkan gyuudon untuk saya. Yang ternyata sangat mudah sekali membuatnya. Dan tentu saja rasanya jauh lebih enak dari yang instant (kalau bilang tidak enak, tidak dibuatin lagi soalnya. hehehe..)Saya akan membagikan resep gyuudon yang saya terima dari istri saya, kepada pembaca setia blog KdJ.Resep GyuudonBahan Gyuudon :Daging sapiBawang bombayShouyu (kecap asin jepang), bisa dibeli di supermarket Papaya yang ada di Indonesia.GulaMericaAirNasiCara membuat :Potong daging sapi, menjadi lembaran besarnya sesuai seleraBawang bombay dikupas dan dipotong membentuk irisan segi empat.Panaskan wajan yang telah diisi minyak secukupnya, setelah panas masukkan bawang bombay dan tumis sampai warna berubah menjadi kecoklatan.Setelah itu masukkan daging sapi dan tumis sampai berwarna kecoklatan.Masukkan merica, souyu, dan gula secukupnya.Masukkan sedikit air, setelah mendidih coba cicipi rasanya.Bila ada yang kurang bisa masukkan gula, souyu atau merica sesuai selera.Siapkan nasi, taruh nasi di mangkok, kemudian tuangkan Gyuudon di atas nasi.Sebagai penyedap, diatasnya sering ditambahkan benishoga (asinan jahe), campuran rempah dan cabe yang disebut shichimi atau telur ayam mentah sesuai selera. Tidak pakai juga tidak apa-apa.Silahkan menikmati dan semoga bermanfaat.

Continue reading »

Buang Sampah di Jepang

Buanglah sampah pada tempatnyaSaya terus terang mengalami "culture shock", ketika saya ingin membuang sampah di Jepang. Maklum di Indonesia tidak perlu repot , semua jenis sampah dapat dibuang di tempat sampah, dan nanti tukang sampah pasti akan mengambil dan membuangnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).Hal ini sangat berbeda dengan di Jepang. Awalnya memang cukup membingungkan. Hal ini dikarenakan sampah yang dibuang itu harus dipilah-pilah dan dibuang di tempat sampah yang berbeda-beda.Sampah di Jepang, secara umum dibagi menjadi empat jenis yaitu:Sampah yang bisa dibakar (combustible)Sampah yang tidak bisa dibakar (non combustible) Sampah daur ulang (Recycle)Sampah ukuran besarSedangkan di tempat umum, umumnya ada 4 kategori tempat sampah yaitu: Untuk sampah yang bisa dibakar (plastik, kertas dll), biasanya bertuliskan もえるゴミ (Moeru Gomi)Untuk kaleng yang terbuat dari alumunium (minuman coca-cola, sprite kaleng), biasanya bertuliskan カン (Kan)Untuk botol plastik (aqua botol dll) biasanya bertuliskan ペットボトル (Petto Botoru)Untuk botol kaca (bir dll) biasanya bertuliskan ガラス (Garasu)Jenis tempat sampahMoeru gomi, bin, kan dan petto botoruDi apartement saya pun, saya menyediakan 4 tempat sampah dan plastik khusus sampah untuk moeru gomi, kan, petto botoru dan garasu. Setelah sampah dipisahkan dan dimasukkan ke dalam plastik sampah sesuai jenisnya, sampah diletakkan di luar rumah atau di pinggir jalan pada hari tertentu.Selanjutnya petugas sampah akan datang mengumpulkan sampah. Ada jadwal hari-hari tertentu yang mengatur jenis sampah apa yang dapat dibuang, dan petugas akan mengambil sampah sesuai dengan jadwal dan jenis sampahnya. Kalau di tempat saya tinggal jadwal buang sampah untuk sampah moeru gomi ada 2 kali seminggu (Selasa dan Jumat), sedangkan untuk kan, petto botoru dan garasu hanya sekali seminggu (Rabu).Petugas sampah hanya mengambil plastik sampah yang tepat jenisnya dan sesuai jadwalnya. Kalau salah jadwal, atau jenisnya sampah kita campur-campur (misalnya botol minum di sampah makanan), sampah tidak akan diangkat. Satu hal lagi untuk sampah minyak goreng atau minyak jelantah, tidak boleh dibuang di saluran air. Hal tersebut dikhawatirkan mencemari air tanah. Oleh karena itu, di Jepang dijual bubuk yang berfungsi membekukan sisa minyak goreng tersebut. Bubuk itu ditaburi di atas minyak hingga minyak berubah menjadi gel. Setelah itu minyak jelantah yang sudah berbentuk gel dapat dibuang di tempat sampah moeru gomi. Cukup merepotkan bukan?Di tempat saya tinggal sampah ditaruh di pinggir jalan di hari tertentudan diberi jala agar burung gagak tidak merusak plastik dan makan sampahsampai sampah berceceran di jalanLha kalau buang koran, majalah, komik atau buku itu bisa dibuang di tempat sampah moeru gomi ya?Jawabannya tidak bisa. Koran, majalah, komik dan buku dibuang di tempat pembuangan khusus. Waktu saya ingin membuang komik dan majalah saya harus pergi jauh naik mobil ke tempat pembuangan sampah khusus untuk buku, komik, majalah dan koran.Bukan hanya itu saja, buang kipas angin rusak pun tidak bisa buang di depan rumah, karena petugas sampah tidak akan ambil. Saya pergi ke tempat khusus pembuangan sampah elektronik yang jaraknya lumayan jauh dari apartement, hanya untuk membuang kipas angin rusak saja. Di sana banyak sekali alat-alat elektronik seperti televisi, dvd player, AC, kipas angin yang dibuang karena rusak atau masih bisa digunakan tetapi karena modelnya ketinggalan jaman dibuang oleh pemiliknya.Ditambah lagi kalau yang punya peliharaan anjing. Kalau anjing diajak keluar rumah untuk jalan-jalan kemudian buang kotoran (pub) di jalan, kotoran anjing itu harus kita bawa pulang dan buang di tempat sampah moeru gomi di rumah kita.Sangat merepotkan dan sangat lebay memang, tetapi itulah yang membuat Jepang menjadi negara yang bersih dan indah.Baca juga artikel Peraturan buang sampah di Jepang.

Continue reading »

Tokyo Disney Resort 1: Tokyo Disneyland

Dalam rangka ulang tahun keponakan saya Ria chan yang pada tanggal 14 Februari 2013 genap berusia 3 tahun dan Airu kun yang pada tanggal 24 Februari 2013 genap berusia 1 tahun, saya sekeluarga (2 orang) dan adik ipar sekeluarga (2 orang dewasa 2 anak kecil) pada tanggal 24-25 Februari 2013 bertamasya ke Tokyo Disneyland.Agar praktis dan murah, kami memakai jasa tour travel JTB untuk membooking hotel dan tiket "2 day passport" (Disney Land dan Disney Sea). Untuk biaya 2 hari 1 malam di Mitsui Garden Hotel Prana Tokyo Bay sebesar 4.100 yen/orang, dan untuk tiket "2 day passport" Disney Land dan Disney Sea sebesar 10.700 yen/orang. Jadi untuk akomodasi dan tiket masuk 14.800 yen/orang. Itu belum termasuk biaya untuk beli oleh-oleh dan makan lho.Semua wahana atau parade yang mau dinaiki atau dilihat, kami cek schedulenya dan kami catat dan rencanakan benar-benar supaya waktu selama di DisneyLand tidak terbuang percuma.Kami berangkat dari Gifu pada pukul 01:47 pagi dini hari dengan mobil, saat itu salju turun dengan lebat. Karena saya tidak mempunyai SIM Jepang, maka selama perjalanan suami adik ipar saya yang menyetir mobil. Perjalanan jauh memang sekitar 500 km, kalau ditempuh dengan mobil tanpa istirahat memakan waktu sekitar 6 jam. Tapi kebiasaan orang Jepang, setiap 2 jam sekali atau bahkan kurang dari 2 jam menyetir, pasti istirahat di pemberhentian yang ada di jalan tol. Entah untuk sekedar meluruskan kaki, merokok, atau membeli minuman dan jajan di Convenience Store. Bagi saya sering berhenti itu agak menjengkelkan, karena kebiasaan saya di Indonesia, selama belum sampai tujuan saya nyetir tidak akan istirahat kecuali kalau lapar atau buang air besar/kecil. Saya pernah pulang balik Surabaya - Bali selama 12 jam tanpa istirahat di perjalanan, hanya istirahat waktu makan dan di kapal saja. Sering saya berpikir, apakah fisik orang Jepang itu lemah ya. Nyetir selama 6 jam saja, masa bolak-balik istirahat di pemberhentian. Tapi kata istri saya, untuk keselamatan diri dan mencegah kecelakaan akibat mengantuk, memang dianjurkan polisi paling tidak, selama 2 jam menyetir istirahat sekali bila menempuh perjalanan jauh.Gunung Fuji yang pada musim dingin hampir seluruhnya ditutupi saljuMatahari terbit di perjalanan menuju TokyoAkhirnya kami tiba di Tokyo pada pukul 07:30 pagi, suasana Tokyo memang jauh berbeda dengan suasana Gifu yang pedesaan dan banyak dikelilingi pegunungan indah. Sebaliknya suasana Tokyo sangat modern dan banyak sekali gedung pencakar langit. Pada malam hari suasana Tokyo sangat indah, karena banyak sekali lampu merah yang berkelipan seperti bintang. Ketika saya tanyakan istri saya, apa sih kelipan lampu merah di atas itu. Kata istri saya, itu tanda gedung tinggi, supaya kalau ada pesawat atau helikopter lewat, tahu kalau ada gedung pencakar langit di sana. Wah, benar-benar "ndesooo" saya.Selama perjalanan dari Tokyo ke Disney Resort kami melewati Tokyo Sky Tree dan Tokyo Tower. Tapi sayangnya kami tidak bisa mampir, karena jadwal 2 hari ke Tokyo hanya untuk ke Disney Resort saja. Tapi tahukah anda bahwa sebenarnya Tokyo Disney Resort (Disney Land dan Disney Sea) itu sebenarnya letaknya bukan di Tokyo, melainkan di Urayasu, propinsi Chiba. Entah mengapa, dinamakan Tokyo Disneyland, bukannya Chiba Disneyland saya juga kurang mengerti.Tokyo Sky Tree Tokyo TowerAkhirnya kami tiba di Tokyo DisneyLand pada pukul 08:01, dan biaya untuk parkir mobil sebesar 2000 yen. Antrian untuk masuk sangat panjang sekali, ditambah lagi karena musim dingin meskipun cuaca cerah tetap saja dingin sekali. Hal ini dikarenakan Disneyland itu terletak di pinggir laut, jadi banyak sekali angin laut. Saran saya bagi yang mau ke Disneyland kalau pergi ke sana, jangan waktu musim dingin deh. Tidak kuat dinginnya.Antrian panjang masuk DisneyLandTiket masuk 2-Day Passport DisneyLand dan Disney SeaWelcome to DisneyLandSetelah melewati gerbang masuk, kami semua langsung berlari menuju ke tempat yang kami rencanakan yaitu naik wahana Winnie the Pooh (Pooh's Hunny Hunt). Capek juga larinya, awalnya saya heran. Ngapain sih pakai lari? Kenapa ga jalan santai saja? Namanya kan juga liburan. Tapi setelah tiba di wahana, baru saya mengerti. Ternyata antriannya panjang sekali. Wahana yang durasinya hanya 4,5 menit itu harus antri selama 70 menit. Jadi tidak mungkin deh, dalam 1 hari bisa lihat semua show, parade dan naik semua wahana yang ada di DisneyLand. Apalagi kalau bawa anak kecil, ya karena dalam rangka ulang tahun keponakan, yang penting keponakan senang. Karena waktu naik wahana tidak diperbolehkan memotret dan merekam video, bagaimana wahananya bisa dilihat disini.Setelah keluar dari wahana Winnie the Pooh, kami bagi tugas. Adik ipar saya mengantri untuk bertemu Mickey Mouse sedangkan saya dan istri berlari untuk mengambil tiket Free Pass (Tiket khusus supaya tidak mengantri, yang disediakan terbatas dan hanya dapat digunakan pada jam yang tertera di tiket Free Pass) untuk wahana Roller Coaster Big Thunder Mountain, setelah kami lihat ternyata tiker Free Pass dapat digunakan pada jam 16:00-17:00.Istana CinderellaRumah Mickey MouseSetelah kembali dari ambil tiket free pass, kami ke rumah Mickey Mouse untuk bertemu dan foto bareng Mickey. Tapi adik ipar saya tidak tahu berada dimana, jadi kami telepon selang tidak beberapa lama kemudian adik ipar saya keluar dari antrian (sementara suaminya tetap ngantri), dan menjemput kami, sehingga kami tidak perlu ngantri dari awal lagi. Seperti nitip antrian begitu. Hal ini boleh-boleh saja, jadi cara ini harus digunakan supaya waktu lebih efisien.Tidak terasa jam telah menunjukkan pukul 13:00, padahal baru Winnie the Pooh dan Mickey Mouse saja. Karena pada jam 14:00 ada parade (karakter disney menari dan berjalan), kami mengeluarkan alas tikar di pinggir jalan pada jam 13:00 dan menunggu sampai jam 14:00. Kalau tidak begitu tidak bisa lihat parade karena tertutup dengan banyak kerumunan orang. Sambil menunggu kami membeli makan siang yang berupa pizza dan paha ayam, minumannya tentu saja yang hangat-hangat karena hawanya sangat dingin.Orang-orang pada menunggu semuaTepat pada pukul 14:00 parade pun dimulai.Minnie MouseCinderellaPeter PanPinokiodan masih banyak lagiSetelah parade, jadwal kami adalah bertemu dan foto bareng dengan Mini Mouse yang tentu saja harus ngantri panjang dan lama. Ya begitulah DisneyLand, negeri impian dan dongeng banyak orang yang kalau masuk harus mengantri.Waktu menunjukkan jam 15:44, setelah Minnie Mouse kami jajan dan minum teh hangat sebentar. Karena istri saya dan suami adik ipar saya takut naik Jet Coaster, saya dan adik ipar saya saja yang menuju ke wahana Jet Coaster Big Thunder Mountain. Karena pakai tiket Free Pass, tidak perlu mengantri, maju terus sampai wahana. Enaknyaaaaaa... Big Thunder Mountainlebih jelasnya disini dan disiniTidak seberapa menakutkan ternyata, dibanding dengan Jet Coaster yang ada di Universal Studio Japan. Yang menakutkan hanya masuk terowongan, gelap dan tidak bisa lihat apa-apa dan suara rel yang berderak waktu naik saja.Setelah itu kami berbelanja untuk oleh-oleh dan kemudian makan malam. Maunya sih makan nasi, tapi karena tidak ada yang jual nasi, terpaksa makan apa yang ada saja. Yaitu Mickey Hamburger. (seharian ga makan nasi ga enak rasanya)Hamburger Mickey MouseSetelah cukup istirahat dan selesai makan malam, kami menunggu parade ke dua. Ya tentu saja, kembali mengeluarkan alas tikar, duduk dan menunggu di pinggir jalan yang pada malam hari sangat dingin sekali, ditambah lagi angin kencang.Dan paradepun dimulai, parade yang kedua ini jalannya lebih pelan dari pada yang siang hari. Jadi lebih nyaman untuk mengambil foto, tetapi sangat tidak nyaman dalam kondisi malam berangin yang dingin sekali.Minnie MouseCinderella dengan gaun yang menyala Jinnya Alladin Toy Storydan masih banyak lagiSetelah selesai parade Ria chan dan papanya naik komedi putar pesawat ulang alik yang lumayan tinggi. Karena Ria chan senang sekali, dia naik komedi putar pesawat itu 2 kali. Sedangkan saya diajak, adik ipar saya naik Jet Coaster yang berbeda. Tapi karena angin malam begitu kuat dan saya tidak kuat dinginnya, saya menolak. Akhirnya saya berbelanja untuk oleh-oleh keluarga saya yang ada di Indonesia. Karena sudah malam, kami pun pergi ke Mitsui Garden Hotel Prana Tokyo Bay, hotel tempat kami menginap. Tidak disangka, kamarnya begitu besar dan tempat tidurnya ada 6, memang cocok dihuni untuk keluarga besar. Dan dengan biaya 4100 yen/orang bisa dibilang sangat murah. Akhirnya setelah kami masuk ofuro, kami tidur supaya bisa bangun pagi untuk melanjutkan ke Tokyo Disney Sea.Oyasumi nasai MickeyBersambung ke Tokyo Disney Resort 2: Tokyo Disney SeaNB: Untuk foto-foto Tokyo Disneyland lebih lengkapnya bisa dikunjungi di album foto page FB KdJ.

Continue reading »

Tokyo Disney Resort 2: Tokyo Disney Sea

Sambungan dari Tokyo Disney Resort 1: Tokyo Disney LandSenin, 25 Februari 2013, kami bangun pada pukul 7:30 pagi, dan segera bersiap-siap untuk check out dari hotel. Setelah check out dari hotel kami pun berangkat menuju ke Tokyo Disney Sea.Pukul 09:00 tepat kami pun tiba di Disney Sea yang letaknya bersebelahan dengan Tokyo Disney Land. Seperti biasa, antrian sangat panjang berada pada pintu masuk Tokyo Disney Sea. Bahkan lebih panjang daripada antrian Tokyo Disneyland. Kebanyakan yang masuk Disney Sea anak-anak pelajar yang mengenakan seragam SMP&SMA. Katanya sih, kalau masuk Disney Sea atau Disney Land dengan memakai seragam sekolah mendapat potongan harga khusus pelajar. Memang pelajar lebih banyak saya jumpai di Disney Sea daripada Disney Land, karena permainan dan wahana di Disney Sea lebih cenderung ke remaja dan dewasa, sedangkan untuk Tokyo Disneyland cenderung ke anak kecil.Sebelum masuk Disney Sea, sambil melihat peta brosur kami pun berbagi tugas. Tugas saya mengantri di wahana Toy Story Mania 3D, suami adik ipar saya bertugas untuk mengambil tiket Free Pass Tower Of Teror, sedangkan istri dan adik ipar saya bertugas untuk membeli camilan dan oleh-oleh. Setelah mengetahui letak lokasi yang dituju pada peta, kamipun memasuki pintu masuk Disney Sea, saya dan suami adik ipar saya pun berlari sekencang-kencangnya layaknya atlit lari menuju ke lokasi yang dituju. Karena banyak sekali orang, cukup membingungkan juga untuk mengetahui lokasi yang saya tuju, saya pun bertanya kepada petugas yang ada.Antrian pintu masuk Tokyo Disney Sea"Toy Story Mania?" tanya saya.Petugas pun langsung menunjuk antrian dan bilang, "Antri disini, kira-kira 90 menit".Hah, 90 menit?? Ya apa boleh buat saya ngantri saja, tapi saya bersyukur ternyata saya tidak salah lokasi dan nyasar. Tapi karena belum makan pagi dan berlarian sekuat tenaga, membuat saya agak batuk.Karena tugas masing-masing kami berpencar, ketika adik ipar saya sudah mendapatkan tiket Free Pass Tower of Teror, dia pun segera mencari dan menelepon saya. Karena banyak sekali orang, cukup sulit untuk menemukan saya, tapi cukup acungkan saja tangan ke atas, dan dia berhasil melihat tangan dan menemukan saya. Kamipun berdua mengantri bersama, dan selang beberapa lama kemudian istri dan adik ipar saya pun datang dan menemukan kami berdua.Antrian masuk Toy Story Mania 3DDinding wahana Toy Story Mania 3DWahana Toy Story 3D terbilang wahana baru di Disney Sea, baru tanggal 9 Juli 2012 Grand Openingnya. Wahana ini cukup menarik, yaitu menaiki sebuah kendaraan yang ada senapannya dan berlomba mendapatkan skor terbanyak dengan orang yang duduk di sebelah kita. Karena duduknya hanya boleh berdua, saya naik dengan suami adik ipar saya, istri saya dengan Ria chan, adik ipar saya sambil menggendong Airu bermain tembak-tembakan. Alhasil skor terakhir suami adik ipar saya lebih tinggi dari saya, tetapi dalam tingkat keakurasian menembak skor saya yang lebih tinggi.Keluar dari wahana Toy Story kami membeli jajan yang sangat unik dengan karakter Toy Story. Saya tidak tahu nama karakternyanya, tapi rasanya kenyal-kenyal manis seperti jajan "kelepon" yang ada di Indonesia. Kami beli 2 rasa, yaitu rasa Strawberry dan Coklat.Jajan karakter Toy StorySambil makan jajan, Ria chan bertemu karakter disney, meminta tanda tangan dan foto bareng bersama karakter kesukaannya. Cukup bahagia sekali dia bertemu dengan karakter Disney kesukaannya. Memakan waktu cukup lama memang, tapi karena anak kecil usia 3 tahun dan memakai pin tanda ulang tahun, cukup cepat juga dia mendapatkan tanda tangan dan foto bersama dengan karakter kesukaannya bila dibandingkan dengan orang yang lainnya.Oh ya, karakter yang paling terkenal di Disney Sea itu adalah Duffy sang beruang Disney. Tidak dikenal di Indonesia memang, saya saja baru tahu ada karakter Duffy dari istri saya. Katanya sih memang tidak ada filmnya, tetapi ada cerita dari Disneynya. Untuk lebih lengkapnya informasi tentang Duffy bisa dilihat di sini.Meminta tanda tangan paman GoberKarena Duffy adalah karakter yang paling terkenal di Disney Sea, untuk foto bersamapun harus mengantri lumayan lama.Setelah foto bareng Duffy, saatnya menggunakan Free Pass Tower of Teror. Karena tiket Free Pass, tidak perlu mengantri, langsung terus masuk saja menuju ke wahana. Enaknyaaaaaaa....Awalnya saya tidak tahu wahana seperti apa dan bagaimana. Karena semua jadwal yang mengatur adalah istri saya dan adik ipar saya. Karena yang pergi hanya saya dan adik ipar saya, saya kira seperti wahana Jet Coaster. Tapi ternyata bukan seperti Jet Coaster, melainkan wahana naik lift dan dijatuhkan kebawah dan naik keatas dengan kecepatan yang sangat tinggi, ditambah lagi suasana dan cerita hantu yang menakutkan bagai masuk Rumah Hantu. Jujur, saya orang yang takut dengan cerita seram dan ketinggian. Tapi kalau naik Jet Coaster, karena tidak jatuh secara langsung, melainkan naik kereta dengan kecepatan tinggi, bagi saya itu tidak menakutkan melainkan menyenangkan. Tapi House of Teror ini sama sekali tidak menyenangkan bagi saya, sedangkan bagi adik ipar saya kelihatannya sangat menyenangkan. Bisa dilihat di foto bahwa adik ipar saya tertawa, sedangkan saya teriak ketakutan. Di saat terakhir, jendela terbuka dan pemandangan Tokyo Disney Sea dari atas gedung Tower of Teror kelihatan sangat indah memang, tapi karena saya ketakutan saya tidak bisa menikmati sama sekali pemandangan indah tersebut.Tiket Free Pass Tower of Teror Gedung Tower of TerorSuasana di dalam Tower of TerorFoto saya berteriak ketakutan dan adik ipar saya yang kelihatan senang sekaliSetelah naik wahana Tower of Teror, kami makan siang. Karena banyak sekali anak SMA dengan seragam sekolahnya yang ber-rok yang pendek, saya cuci mata, yang bagi saya cukup menyenangkan sebagai obat dari wahana Tower of Teror. Hahaha.. Maklum di Indonesia sangat jarang sekali ada pemandangan seperti ini.Di Disney Sea saya hanya naik 2 wahana saja, sedangkan untuk parade karena diadakan di danau, sangat sulit untuk mengambil foto yang jaraknya cukup jauh. Jadi saya hanya jalan-jalan sambil mengambil foto, sedangkan Ria chan bermain dan naik wahana khusus untuk anak-anak.Parade Disney Sea yang diadakan di atas airSuasana bawah laut tempat wahana untuk cenderung ke anak-anakSiswa SMA Jepang yang berkunjung ke Disney SeaTempat bersuasana timur tengah AladdinGedung ala Amerika di Disney SeaTidak terasa haripun sudah menjelang sore, kamipun berbelanja oleh-oleh kenangan di Disney Resort baik untuk diri sendiri maupun bagi teman dan saudara kami. Dan pada pukul 18:45 kami pun keluar dari Disney Sea menuju tempat parkir dan tepat pada jam 19:13 dari Tokyo kami pulang ke Gifu. Karena cukup lelah, kami cukup sering berhenti untuk beristirahat di pemberhentian yang ada di jalan tol dan makan malam di sana.Tepat pukul 3:00 pagi hari di tanggal 26 Februari 2013, kami pun tiba di rumah kami di Gifu dan segera tidur tanpa masuk ofuro karena kelelahan.Sampai jumpa lagi MickeyNB: Untuk foto-foto Tokyo Disney Sea lebih lengkapnya bisa dikunjungi di foto album FB saya.

Continue reading »

Istana Nagoya

Istana Nagoya dibangun atas perintah Ieyasu Tokugawa dalam rangka untuk mengamankan posisi penting di jalan Tokaido dan untuk menangkal serangan dari arah Osaka. Konstruksi selesai pada tahun 1612, merupakan istana khas yang dibangun di atas dataran yang rata. Sampai Restorasi Meiji, Nagoya berkembang sebagai benteng di mana keturunan Owari dari keluarga Tokugawa, yang paling utama dari tiga keluarga garis keturunan, tinggal.Pada Mei 1945, selama serangan udara di Nagoya dalam Perang Dunia II, sebagian besar bangunan termasuk ruang bawah tanah utama dan kecil, dan Istana Hommaru, dibakar. Untungnya, bagaimanapun, menara tiga sudut, tiga pintu gerbang, dan sebagian besar lukisan di pintu geser dan dinding di Istana Hommaru selamat dari kebakaran, dan telah diturunkan sebagai Aset Budaya Penting.Di sekeliling istana terdapat Taman Meijo. Di atas atap menara utama terdapat dua ekor shachi (ikan legenda berkepala harimau) yang terbuat dari emas murni, sehingga Istana Nagoya terkenal sebagai Istana Shachi Emas atau Istana Emas. Ikan shachi dari emas juga merupakan lambang kota Nagoya.Nah pada hari Minggu, 24 Maret 2013, saya bersama teman-teman dari Indonesia yang juga merupakan administrator dari Facebook Fans Page Kehidupan di Jepang yaitu Adi dan Gun berkunjung ke Istana Nagoya. Kebetulan juga masuk musim semi, jadi beberapa pohon Sakura pun, bunganya mulai bermekaran, meskipun belum semuanya.Cara pergi ke Istana Nagoya :Peta jalur Chikatetsu di NagoyaDari stasiun Nagoya, menuju ke chikatetsu dan beli tiket chikatetsu (subway atau kereta bawah tanah) di mesin penjual tiket otomatis, sebesar 230 yen.Setelah itu naik chikatetsu yang bernama Higashiyama Line 東山戦 (kalau lihat di peta chikatetsu garis warna kuning) dengan jurusan ke Fujigaoka 藤が丘, lalu turun di stasiun Sakae (2 perhentian, lama perjalanan sekitar 5 menit), kemudian pindah oper chikatetsu (tanpa keluar stasiun) yang bernama Meijo Line 名城線 (garis warna ungu) dengan jurusan ke Nagoya Dome Maeyada 名古屋ドーム前矢田, turun di stasiun Shiyakusho 市役所 (2 perhentian, lama perjalanan sekitar 3 menit). Lalu jalan kaki menuju Istana Nagoya.Harga tiket masuk ke Istana Nagoya sebesar 500 yen untuk orang dewasa, sedangkan untuk anak SMP ke bawah tidak bayar alias gratis. Istana Nagoya dibuka dari jam 09.00 sampai jam 16.30.Tempat membeli tiket masuk Tiket MasukBegitu masuk Taman Meijo, saya dan Gun foto dengan SamuraiMeskipun awal musim semi kami beruntung mendapatkan pohon sakurayang mengembang dengan sempurnaCerita rakyat Istana NagoyaRekontruksi bangunan yang rusak akibat perang dunia ke duaSaya, Adi dan Gun di Istana NagoyaIstana Nagoya terdiri dari 7 lantai, di dalamnya terdapat bermacam-macam benda bersejarah seperti katana, baju perang, ofuro jaman dulu, lukisan-lukisan, puing-puing istana Nagoya yang terbakar, dan lain-lain. Seperti museum deh. Oh ya, di lantai 2 terdapat pemutaran film 3D tentang istana Nagoya, cuma sayang kami tidak bisa lihat karena telah penuh tempat duduknya.Bagan Istana NagoyaOfuro jaman duluKatana (pedang samurai jepang asli)perkamen arsitektur Istana NagoyaMaket Istana NagoyaAlat tulis jaman duluBaju perangUang jaman duluSaya, Adi dan Gun dengan simbol Nagoya ikan Shachi Pemandangan kota Nagoya dari istana Nagoya di lantai 7Peta Istana Nagoya di Taman MeijoSangat menyenangkan bila dapat Ohanami di sekitar Istana Nagoya, karena banyak sekali pohon-pohon Sakura yang tentunya sangat indah. Akhirnya sekitar jam 17:00 kami pulang ke rumah kami masing-masing, Saya pulang ke Gifu, Gun ke Yokkaichi Prefektur Mie, dan Adi yang paling dekat sendiri di Nagoya.

Continue reading »

My Job 1

YKK AP Iwata Garasu, di tempat inilah saya bekerjaSetelah saya tiba di Jepang pada tanggal 28 November 2012, saya tidak langsung bekerja. Saya beradaptasi dengan budaya dan iklim yang kebetulan memasuki musim dingin. Setelah cukup bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan iklim yang sangat dingin, pada akhir Desember saya memutuskan untuk mulai mencari kerja, dibantu dengan Okaasan dan tentu saja istri saya.Awalnya saya melamar di "konbini" (Convenience Store) di dekat rumah yang bernama MiniStop. Setelah interview, karena saya tidak mempunyai latar belakang bekerja di konbini di Indonesia, dan mungkin karena saya orang asing yang mungkin dianggap kurang bisa berbahasa Jepang dengan baik, lamaran saya ditolak. Cukup bikin "down" juga. Saya rasa alasan saya ditolak, karena pada saat interview saya kurang bisa meyakinkan pemilik MiniStop.Keesokan harinya saya pergi ke Hellowork sebuah konsultasi kerja yang didirikan oleh pemerintah Jepang, yang kebetulan teman kecil istri saya bekerja di sana. Oleh Hellowork saya diperkenalkan dengan pemilik restoran Ramen, dan saya disarankan untuk menelepon pemilik restoran yang bernama Kamiya san. Pertama kali saya telepon, Kamiya san sangat sibuk sekali dan berkata nanti saya hubungi kembali. Setelah ditunggu-tunggu tak kunjung datang telepon dari Kamiya san. Keesokan harinya saya telepon kembali dan Kamiya san berkata "maaf untuk saat ini lowongan sudah terisi".Saya telepon Hellowork untuk konsultasi kembali, dan akhirnya diperkenalkan dengan pabrik plastik Sankyo, yang kebetulan letaknya sangat dekat dengan apartement saya. Dan kembali lagi saat interview saya kurang bisa meyakinkan pemilik pabrik, sehingga saya bukan ditolak langsung, tetapi "nanti akan saya hubungi kembali melalui telepon", begitu kata pemilik pabrik. Dan tentu saja telepon darinya tak pernah kunjung datang.Untuk mengisi waktu, saya naishoku (kerja sambilan yang biasa dilakukan di rumah sendiri) merangkai daun sakaki. Rangkaian daun sakaki ini dibuat untuk ritual agama Shinto sebagai persembahan kepada Kamisama (Tuhan). 1 rangkai saya dibayar 15 yen. Dalam 1 hari (jam 9 sampai jam 4) hanya bisa mencapai kurang lebih 100 rangkai. Tentu saja hanya dengan naishoku tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup selama sebulan.Rangkaian daun SakakiMerangkai daun sakaki hanya saya lakukan selama seminggu, karena akhirnya ada tawaran perkerjaan dari temannya Akamatsu-san (Akamatsu-san adalah teman Okaasan), yaitu pekerjaan yang bernama "ashiba". Karena saya tidak tahu apa itu "ashiba" dan saya sangat menginginkan untuk bekerja, saya meyakinkan teman Akamatsu-san yang bernama Goto-san bahwa saya akan bersemangat dan berjuang sekuat tenaga untuk bekerja. "Kerja, di tempat tinggi tidak takut?", tanya Goto san"Hah? tempat tinggi? aduh...", kata saya.Tetapi Akamatsu-san cukup bisa meyakinkan saya, kalau aman dan tidak berbahaya. Akhirnya saya percaya pada Akamatsu-san, dan meyakinkan Goto san kalau saya bisa dan akan berjuang sekuat tenaga. Akhirnya saya bekerja, dengan nama pekerjaan "ashiba", dengan awal bayaran 5000 yen/hari, bila dilihat cukup bisa bekerja dengan cepat dan bagus maka bayaran akan dinaikkan.Ashiba"Ashiba" ternyata pekerjaan merangkai besi-besi di sekeliling rumah yang akan di bangun atau direnovasi/dicat, agar tukang bangunan atau renovasi/cat bisa melakukan pekerjaannya. Mengangkat besi dan menyusunnya berat memang bagaikan tukang bangunan, tetapi bagi saya tidak masalah. Yang jadi masalah, bekerja di tempat tinggi. Iya, benar, saya adalah orang yang takut dengan ketinggian. Begitu sampai diatas (tanpa pengaman apapun), jangankan menyusun besi, bergerak saja tidak bisa, kaki bergemetaran dan kepala pusing. Karena tidak kuat dengan rasa takut akhirnya pekerjaan ini hanya saya lakukan selama 2 hari. Tentu saja saya benar-benar harus minta maaf kepada 4 orang, Akamatsu san, Goto san, Okaasan dan istri saya.Keesokan harinya setelah berhenti bekerja, dengan diiringi tetesan air hujan, saya kembali datang berjalan kaki ke Hellowork untuk konsultasi kerja. Setelah konsultasi, pada perjalanan pulang di kereta handphone saya berdering, setelah saya angkat ternyata dari perusahaan yang dikenalkan oleh Hellowork, saya disuruh datang pada hari yang ditentukan untuk interview kerja.Setelah interview, hasil ditolak atau diterima kerjanya akan dikirim melalui kartu pos ke alamat apartement saya. Sambil menunggu ternyata ada tawaran kerja, yang sekali lagi dari kenalannya okaasan. Setelah bertemu dengan kenalannya okaasan yang bernama Iwata san, saya memutuskan untuk mencoba bekerja di Iwata san. Nama perusahaannya adalah YKK AP Iwata Garasu (岩田硝子), sebagai awalnya atau bisa disebut training saya dibayar 800 per jam, setelah lulus training gaji akan dinaikkan. Pekerjaannya adalah merakit kaca jendela dan pintu kemudian dikirim ke lokasi rumah yang akan dibangun. Cukup berat juga lho, angkat-angkat kaca jendela dan pintu. Hari pertama saja, karena saya belum terbiasa cukup bikin tangan memar dan sakit juga. Hari pertama setelah bekerja dan tiba di rumah saya langsung K.O. Disini tempat memasang kaca jendela atau pintu ke bingkainya Tempat bingkai kaca jendela disimpanTempat merangkai bingkai kaca jendela dan pintuSetelah saya bekerja di Iwata Garasu, kartu pos dari perusahaan yang saya interview tiba. Dan ternyata saya ditolak, jadi saya beruntung karena sudah bekerja di Iwata Garasu. Memang sangat sulit bagi orang asing untuk bekerja di Jepang, apalagi kalau tidak bisa bahasa Jepang dan tidak punya kenalan. Beruntung saya mempunyai keluarga dan teman baik saya orang Indonesia yang bekerja di Nagoya, yang bernama Adi, dia sempat juga mencarikan saya pekerjaan dan saya sangat berutang budi. Tetapi karena lokasi Gifu ke Nagoya cukup jauh, dan kemungkinan besar saya harus pindah ke Nagoya, istri saya kurang setuju. Jadi saya akhirnya memutuskan tetap bekerja di Iwata Garasu, sampai akhir Januari 2014.BERSAMBUNG

Continue reading »

Budaya memakai kaos kaki

Foto hanya ilustrasiHal yang menarik untuk dibahas karena kebiasaan orang Jepang memakai kaos kaki sangat berbeda dengan negara lainnya. Seperti waktu saya di Indonesia, setelah memakai kaos kaki pada hari ini, saya pasti memasukkan kaos kaki ke dalam sepatu untuk di pakai keesokan harinya.Hal ini sangat berbeda dengan kebiasaan orang Jepang yang selalu mengganti kaos kakinya setiap hari, dan terkadang membawa kaos kaki cadangan saat pergi kerja, karena bila saat pulang kerja ada acara Nomikai (acara minum2 selesai bekerja dengan rekan kerja), mereka mengganti kaos kakinya dengan kaos kaki yang baru.Karena tidak ingin mengganggu orang lain dengan bau kaki tak sedap. Apalagi kalau dibilang sama atasan (bos), "bau kepiting rebusnya siapa ini". Tentu sangat malu dan harus minta maaf.Pada saat saya pertama kali ke Jepang, seperti kebiasaan orang Indo lainnya, setelah pakai kaos kaki saya taruh di sepatu untuk dipakai esok harinya. Saya dimarahi istri saya, katanya ngapain ditaruh di sepatu, masukkin ke mesin cuci!! Sehari gantii! Busyet dah.. Galaknya minta ampun..Sampai sekarang kaos kaki saya bisa dibilang jumlahnya lebih banyak daripada kaos oblong saya.

Continue reading »