Home » Posts tagged "Di Jepang"

Chikan

Di Jepang memang sudah menjadi budaya dan mode bagi wanita untuk memakai rok mini dan hot pants. Apakah laki-laki di Jepang terganggu dengan itu?Karena sudah terbiasa hal itu menjadi biasa saja, tetapi tentu saja yang namanya kejahatan itu ada karena ada kesempatan.Salah satu kejahatan atau tindak kriminal akibat pemakaian rok mini adalah :1. CHIKAN 痴漢 adalah meraba dan memegang baik paha, pantat, pinggang, buah dada wanita di tempat umum (biasanya di kereta dan jalan).2.TOUSATSU CHIKAN 盗撮痴漢 adalah mengambil foto celana dalam secara diam2 pada wanita yang memakai rok mini di tempat umum (Biasanya di stasiun kereta dan mall). Bagi yang tinggal di jepang pasti pernah deh lihat acara polisi menangkap pelaku tousatsu chikan di televisi.Saat membeli tiket kereta, serta antri menunggu kereta datang, suasana walaupun sangat padat namun masih terkendali. Demikian juga saat memasuki kereta, kondisi masih tetap tertib khas negara Jepang yaitu penumpang yang keluar didahulukan, setelah itu baru penumpang yang naik, menyusul kemudian. Nah pada saat sudah berada di dalam gerbong inilah kondisi "RUSUH" mulai terjadi. Semua orang berhimpitan dan saling dorong. Pintu kereta menjadi susah untuk ditutup karena saking penuhnya. Parahnya lagi, kebanyakan orang enggan berada di gerbong bagian tengah dan semua ingin berada dekat pintu. Kenapa ? Karena kalau sudah terjepit di gerbong tengah nanti perlu perjuangan extra keras saat harus keluar di stasiun berikutnya.Tempat duduk ? sebaiknya lupakan saja. Jangankan duduk, untuk sekedar berdiri pun susahnya minta ampun. Tempat pegangan tangan juga umumnya penuh terpakai sehingga tangan terpaksa dibiarkan menggantung lemas tanpa pegangan. Jadi untuk menjaga keseimbangan tubuh ketika kereta berguncang atau membelok, sepenuhnya mengandalkan himpitan orang disekitarnya. Keadaan semakin sulit karena kita hampir tidak bisa merenggakan kaki untuk membuat kuda kuda. Nah pada saat berdesakan dan berhimpitan dalam kereta seperti inilah kejahatan chikan ini terjadi.Wanita yang menjadi korban chikan disebut CHIJO 痴女. Tentu saja chikan ini adalah tindak kriminal, selain masuk penjara akan dikenakan denda. Kalau pelakunya masih dibawah umur, biasanya orang tuanya dipanggil ke kantor polisi untuk menjemput anaknya.Karena pada saat jam kerja atau jam sekolah kereta subway sangat padat dan sesak, sangat sulit sekali membedakan mana yang chikan atau tidak. Oleh karena itu pada jam-jam tertentu di subway ada gerbong kereta khusus wanita (hanya wanita yang diperbolehkan naik).Dan hal yang baru korban chikan bukan hanya wanita saja, ada juga pria. Homo? Ah, tentu saja bukan ! Maksudnya adalah kasus salah tangkap atau dituduh melakukan sesuatu (chikan) yang sama sekali tidak dilakukan. Korbannya ya tentu saja pihak pria. Maklum, dalam kondisi terhimpit dan berdesakan kadang sangat sulit untuk mengindentifikasikan pelakunya. Salah tangkap kadang tidak bisa dihindari dan untuk memastikannya memerlukan pembuktian dan juga sidang di pengadilan yang berlarut larut dan menguras energi kedua belah pihak. Kasusnya akan menjadi lebih mudah kalau ada saksi mata yang melihatnya namun justru bagian inilah yang paling susah.Di dalam kereta api, umumnya semua orang sibuk dengan 4 aktivitas utama yaitu tertidur pulas, bengong merenungi nasib, sibuk memainkan Hp atau sibuk membaca buku saku. Jadi nyaris tidak ada tenaga "nganggur" yang bisa dijadikan sebagai saksi.Jadi Chikan adalah kasus sulit dan tidak mudah untuk diatasi. Cukup banyak korban (pihak wanita) yang malah membiarkan atau tidak melaporkannya pada petugas keamanan kecuali untuk kasus tertentu seperti kasus chikan yang dilakukan secara berulang ulang pada gadis atau wanita yang sama, dilakukan di jalur atau jurusan kereta yang sama sehingga kemungkinan besar pelakunya dipastikan adalah dari orang yang sama. Setelah mempelajari kasus dengan menempatakan menempatkan sejumlah petugas untuk mencatat mencatat setiap penumpang yang berada didekat wanita tersebut dan pelakunya umumnya akan tertangkap. Dengan merekamnya dalam sebuah kamera kecil tersembunyi sebagai bukti maka kasusnya akan tersebar luas dan di televisi sedangkan pelaku tentu saja dijamin akan kehilangan pekerjaannya. Namun walaupun hukuman untuk pelaku chikan sangat berat di negara tersebut, tiap tahun selalu saja ada orang yang nekat melakukannya.Ada film Jepang yang diangkat berdasarkan kisah nyata tentang chikan yang berjudul "I didn't do it" atau dalam bahasa jepangnya "それでも僕はやってない"Filmnya bisa dilihat disiniSelamat menontonReferensi: http://www.eonet.ne.jp/~limadaki/budaya/jepang/artikel/utama/khusus_chikan.html

Continue reading »

Tilang di Jepang 2

Nagoya, 31 Desember 2013Hari ini saya bener sial. Tempat ini adalah parkiran mobil saya setiap pagi ketika kerja paruh waktu (Arubaito) di salah satu Restoran di Nagoya. Kurang lebih 3 bulan saya selalu parkir disini tanpa di tilang. Namun hari ini nampaknya saya bernasib sial karna Mobil saya di tilang. Padahal di sekitarnya ada beberapa mobil lain namun kenapa mobil mereka tidak di tilang…Hmmmmmm bingung. Sedikit sharing tentang metode tilang di Jepang, gambar disamping adalah surat tilang yang di tempel di depan kaca mobil saya. Tulisannya Kanji dan saya sama sekali tidak bisa membacanya. Di bagian bawah ada tulisan Bahasa Inggris yang kira-kira artinya saya harus membayar sejumlah uang atas illegal parking. Ilegal parking adalah salah satu pelanggaran lalu lintas yang masuk kategori tidak fatal alias pelanggaran ringan. Setelah mendapatkan surat tilang ini beberapa hari kemudian saya akan dikirimkan surat untuk membayaran pelanggaran tilang ini. Di tilang di Jepang menurut saya tidak nyesek di dada, karena prosedurnya sudah jelas dan uang denda masuk ke kas Negara. Namun berat banget mengeluarkan uang ke pemerintah jepang yang jumlahnya bisa buat beli sepatu baru Nike hihihihihihi.. yah namanya apes ambil hikmahnya saja. Tilang Illegal parking ini menurut saya paling ringan, kenapa? Karna saya tidak bertemu langsung dengan polisi yang melakukan tilang tersebut dan tidak dimintai SIM serta tidak dikurangi poin SIM. Di Jepang ada sistem pengurangan poin dalam SIM bagi pelanggar lalu lintas, semakin banyak poin yang diambil dari SIM kita, bisa menyebabkan SIM kita dicabut dan tidak boleh mengendarai kendaraan lagi. Untuuuung banget ga dikurangi poin apalagi sampai di cabut (ingat susahnya dapet SIM Jepang admin KDJ RGKdJ pasti tahu gimana susahnya hihihihihii).Di Jepang ada musim-musim razia, yaitu:1. Haru no Koutsuu Anzen Undo Kikan (Safety Drive Monitoring pada Musim Semi)2. Aki no koutsuu Anzen Undo Kikan (Safety Drive Monitoring pada Musim Gugur)Demikian sedikit sharing saya hari ini. Berhati-hatilah dalam berkendara.Penulis adalah admin page KdJRais - Nagoya

Continue reading »

Manner pejalan kaki di Jepang

Sumber gambar googleKetika saya membuka Facebook, terbaca status teman yang dulu pernah study di Jepang dan sekarang tinggal di Indonesia yang kelihatan kesal sekali karena pejalan kaki di Indonesia jalannya lambat sambil lihat BB atau Smartphone mereka.Seakan-akan pejalan kaki di Indonesia tidak peduli atas pejalan kaki lain yang sedang terburu-buru, terutama di jembatan bus way.Saya komen, "Ambil jalur kanan saja".Dan dia menjawab, "Percuma. Orang-orang sini kagak ada yang punya manner kayak disana."Kembali ke Jepang...Di Jepang, pejalan kaki juga punya manner atau aturan tidak tertulis, dimana selalu mendahulukan dan memberi jalan bagi orang yang sedang terburu-buru.Terutama di stasiun, bila naik ekskalator atau tangga berjalan, jalur kiri untuk orang yang tidak buru-buru, sedangkan jalur kanan untuk orang yang terburu-buru (wilayah Kanto, untuk wilayah Kansai sebaliknya).Jadi jangan salah jalur, karena menyalahi aturan yang tak tertulis. Yang melanggar tentu saja akan menghadapi rasa MALU.Jadi istilahnya sesama pejalan kaki harus tidak egois, dan menghormati kepentingan orang yang terburu-buru.Entah mengapa pejalan kaki di Indonesia tidak mempunyai manner seperti itu. Barangkali mereka yang terburu-buru mempunyai kepentingan yang sangat penting yang dapat merubah hidup mereka.Sebaliknya bila kita sedang terburu-buru pasti kesal jugakan kalau jalan kita dihalangi oleh orang-orang yang tidak tahu MALU.

Continue reading »

Tata krama membunyikan klakson di Jepang

KLAKSON bisa disebut sebagai perlengkapan standar. Dengan maksud agar Anda lebih nyaman dalam berkendaraan. Tentu saja, penggunaan klakson amat berkait dengan sopan santun di jalan. Di Jepang, Eropa, atau Amerika, jarang sekali orang menggunakan klakson.Coba perhatikan saat Anda sedang berada di jalanan Jepang, pasti jarang terdengar klakson kendaraan. Padahal, jalanannya cukup macet.Kenapa ya? Tingginya rasa solidaritas, disiplin berlalu lintas memang faktor utama, dan memang disebagian wilayah seperti rumah sakit, pemukiman penduduk, sekolah dll, klakson sangat dilarang dibunyikan.Orang Jepang hanya menggunakan/membunyikan klakson bila :Di traffic light ketika lampu sudah hijau tetapi kendaraan di depan tidak menyadarinya, maka sebagai pengingat mereka membunyikan klakson.Saat di situasi yang dianggap membahayakan, seperti ada pengendara ugal-ugalan.Sebagai ucapan terima kasih ketika diberi jalan (hanya di sebagian wilayah di Jepang).Jadi meskipun macet, sangat tidak dianjurkan membunyikan klakson di Jepang, harus sabar menunggu. Kalau terlanjur membunyikan klakson, siap-siap saja mendapat makian atau dianggap orang tak punya santun.Semacet ini orang tetap sabat menungguKota yang bersih dari sampah, jalanan yang tertib kendaraan dan jarang suara klakson terdengar, membuat Jepang begitu nyaman untuk dikunjungi.

Continue reading »