Home » Search results for "band ska jepang terbaik"

Biaya hidup di Jepang

Berapakah biaya hidup yang diperlukan untuk tinggal di Jepang ? Pertanyaan yang menarik tentu saja untuk diketahui. Corat-coret ini berdasarkan biaya hidup saya di Gifu Jepang. 

BIAYA TEMPAT TINGGALPintu depan apartment sayaIni merupakan biaya terbesar yang saya keluarkan. Harga sewa kamar (apartement saya) sebesar 63.000 yen/bulan, bertype standard yaitu 1LDK (living dining kitchen) terdiri dari hanya satu kamar tidur berukuran sekitar 3 x 4 meter, satu living room, satu dapur dan kamar mandi merangkap toilet. Dengan perincian 55.000 yen (sewa kamar) + 5000 yen (sewa parkir mobil) + 3000 yen (administrasi maintanance apartement).
Umumnya harga sewa kamar sangat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu lokasi (pusat kota atau daerah pinggiran), jarak stasiun (semakin dekat stasiun semakin mahal) dan umur bangunan. Perlu sedikit diketahui bahwa, untuk transaksi sewa awal, selain biaya sewa kamar itu sendiri, ada beberapa biaya tambahan yang harus kita bayar seperti uang kunci (key money), biaya jaminan asuransi kerusakan, biaya komisi agent dll yang umumnya kalau ditotal semuanya akan menjadi sekitar 3 bulan biaya sewa bulanan. Sebagian biaya tersebut ada yang dikembalikan saat kontrak berakhir namun ada juga yang tidak dikembalikan. Semuanya disebutkan secara jelas pada kontrak sewa yang kita tandatangani.

Untuk apartement yang hanya 1K (1kamar+kitchen+toilet) biasanya sekitar 30.000 yen/bulan.

BIAYA MAKAN DAN MINUMIchiRan Ramen kesukaan sayaMerupakan pengeluaran terbesar saya kedua setelah biaya rumah. Harga rata rata makan di restoran termurah adalah sekitar 1.000 yen untuk makan siang dan 1.500 yen untuk makan malam. Kalau memilih waktu makan tepat pada saat jam makan siang, maka harga menjadi lebih murah 500 - 1.000 yen malah lengkap dengan dessert, ice cream, kopi atau minuman lain. Sedangkan kalau memesan secangkir kopi di luar jam makan siang, harganya adalah 350 yen/cangkir.

Untuk harga yang lebih ekonomis kebanyakan orang membeli bento di convenience store (konbini) dengan harga berkisar 350 - 600 yen. Minuman seperti kopi, teh, juice ataupun air mineral bisa dibeli di sembarang tempat seperti vending machine misalnya dengan harga berkisar 100 s/d 150 yen (ada juga vending machine yang 50 yen tapi sangat jarang). Harga rokok sekitar 400 - 500 yen tergantung merk rokoknya. Kemudian pilihan lain yang tidak kalah populernya adalah restoran cepat saji seperti Mc Donald atau Kentucky (tanpa nasi putih) serta Yoshinoya, Sukiya dan Matsuya (dengan nasi). Harganya adalah kurang lebih sama saja dengan harga bento 350 - 600 yen.

Untuk harga yang termurah sepertinya adalah dengan memasak sendiri dan membawa bekal untuk makan siang di sekolah atau tempat kerja seperti yang dilakukan oleh kebanyakan orang Jepang.

Harga beras Jepang kualitas termurah adalah sekitar 400 yen perkilo (beras impor lebih murah lagi), daging ayam 300 gram sekitar 200 - 300 yen. Harga lauk yang paling murah mungkin adalah telor yaitu sekitar 150 - 200 yen untuk satu pak isi 10 butir.

Bagi yang vegetarian sepertinya harus membayar sedikit lebih mahal karena umumnya harga buah dan sayur relatif mahal kalau dibandingkan dengan harga daging. Hampir semua sayur atau daging murah adalah produksi import sedangkan produksi dalam negeri umumnya berharga sedikit lebih mahal.
Pengeluaran saya sebulan untuk makan dan minum sekitar 45.000 yen (bikin sendiri+kadang makan di luar). Kalau tiap hari masak sendiri 30.000 yen perbulan cukup untuk 2 orang (saya dan istri).
BIAYA TRANSPORTASIStasiun Meitetsu GifuKereta api, bus dan sepeda adalah alat transportasi paling umum digunakan di negara ini. Untuk bus kota di Nagoya (Nagoya bus) harga yang harus dibayar adalah jauh/dekat 200 yen, kalau busnya lewat tol jauh/dekat 210 yen, masuk lewat pintu depan, bayar langsung, turun lewat pintu tengah. Sedikit berbeda dengan Gifu bus, yang masuk dari tengah, ambil karcis, dan biaya bus bisa dilihat di layar depan di dekat sopir, ketika turun lewat pintu depan dan bayar. Paling dekat 200 yen, biaya bus semakin bertambah seiring semakin jauh kita pergi.
Sedangkan untuk kereta dan subway harga termurah adalah 180 yen (JR Nagamori eki - JR Gifu Eki), Untuk satu sampai tiga stasiun yang jarak masing masing stasiun berkisar antara 1-3 km biasanya sekitar 200 yen. Untuk pelajar dan karyawan yang umumnya memiliki rute perjalanan yang sama setiap hari biasanya akan membeli karcis freepass bulanan yang bisa dipakai sepuasnya selama satu bulan untuk rute yang sama. Disamping itu ada juga one day ticket, yaitu karcis yang bisa dipakai sepuasnya selama satu hari untuk jalur mana saja.

Transportasi yang paling murah dari yang paling murah mungkin sepeda adalah jawabannya. Sepertinya hampir kebanyakan orang Jepang memiliki kendaraan murah dan sehat ini. Situasi jalan di Jepang yang teratur dan cukup lebar sepertinya menjadi salah satu sebab kebanyakan orang menjadikan sepeda sebagai alat transportasi utama. Bukan pemandangan aneh melihat pria berpakaian kerja lengkap, jas dan dasi, berangkat kerja dengan mengendarai sepeda. Demikian juga ibu rumah tangga mengantar anaknya ke sekolah dengan menggunakan sepeda. Harga satu sepeda termurah sekitar 10.000 yen.Sedangkan khusus untuk mobil umumnya termasuk kemewahan bukan karena harga mobilnya namun karena sewa parkir dan garasi yang cukup mahal. Untuk daerah perkotaan, biaya parkir per 15 menit adalah sekitar 100 yen (setiap lokasi berbeda2 tergantung lokasi) kemudian untuk parkir bulanan adalah adalah sekitar 20.000 yen (di kota besar seperti Nagoya, ada yang lebih mahal lagi, sekali lagi tergantung letak strategisnya parkiran).
Pernah saya dengar untuk parkir mobil di Shinjuku Tokyo 70.000 yen/bulan. Gila bukan?Jadi wajar kalau mobil umumnya dimiliki oleh mereka yang tinggal di daerah pedesaan (karena biaya parkir murah bahkan ada yang gratis) atau mereka yang sudah berkeluarga dengan satu anak atau lebih.BIAYA LISTRIK, AIR, GASContoh tagihan gasBiaya ini biasanya harus dibayar terpisah, jadi tidak termasuk harga kamar. Totalnya umumnya adalah sekitar 10.000 yen, dengan perincian sebagai berikut : listrik 3000-5000 yen, air 1000-2000 yen/bulan (khusus untuk air biasanya 2 bulan sekali bayarnya), gas 4000-8000 yen. Pemakaian gas dan listrik biasanya meningkat seiring datangnya musim dingin yaitu untuk pemanas, hot karpet, dan air panas. Pernah pada musim dingin tagihan gas saya mencapai 20.000 yen (belum termasuk listrik dan air), karena sering pakai air panas (air panas baik untuk kamar mandi dan wastafel menggunakan gas).BIAYA TELEPON & INTERNETSmartphone dan komputer sayaUntuk masalah komunikasi, baik telepon maupun internet umumnya semua rumah atau kamar apartemen di Jepang sudah dilengkapi dengan sambungan telepon dan internet. Biaya bulanannya untuk internet adalah sekitar 3.000 -8.000 yen per bulan dengan pemakaian tidak terbatas (tergantung paket internet). Sedangkan untuk telepon tentu saja kebanyakan orang lebih senang membicarakan handphone (Hp) daripada telepon rumah. Antara biaya Hp dengan telepon rumahan sebetulnya tidak banyak perbedaan. Umumnya kebanyakan orang rata rata membayar sekitar 4000 - 8000 perbulan. Kalau biaya HP saya 5200 yen/bulan (bayarnya langsung dipotong dari rekening bank), itu sudah termasuk paket internet sepuasnya. Biaya ini biaya dasar, kalau pakai untuk telepon provider lain dan sambungan internasional tentu akan lebih dari 5.200 yen per bulan. Biasanya saya menggunakan aplikasi LINE untuk telepon dan chat ke teman yang lain provider, sedangkan untuk telepon ke Indonesia saya menggunakan SKYPE. Jadi bisa hemat.Alternatif lain menggunakan internet cafe (Manga Kisha) dengan harga sekitar 200-500 yen per 30 menit (bukan hanya internet saja, tapi bisa baca komik, minum sepuasnya, main game dll), ada paket khusus juga contohnya 1000yen/2jam dll (tergantung internet cafenya juga). Setahu saya, tempat kursus bahasa, sekolah privat dan universitas juga menyediakan internet gratis yang bisa dipakai selama sekitar 30 menit sampai 1 jam. Jadi untuk sekedar kirim atau baca email sepertinya sudah lebih dari cukup.BIAYA HIBURANNonton bioskop Iron Man 3 4DXHiburan yang paling murah dari yang termurah adalah siaran televisi. Harga televisi ukuran terkecil yaitu 14 inch adalah sekitar 10.000 yen untuk kondisi baru namun dengan model lama. Untuk harga yang lebih murah Anda bisa mendatangi toko yang menjual barang bekas (Recycle Store)Bagi yang gemar menonton film , orang Jepang umumnya lebih memilih rental DVD seperti Tsutaya dll ketimbang mendatangi gedung bioskop yang memasang karcis masuk 1000-3000 yen/orang (waktu itu saya nonton bioskop Iron Man 3 4Dx tiketnya 3000 yen) sedangkan untuk rental DVD, dengan uang yang sama (1000 yen) kita bisa mendapatkan 3 judul film. Tentu saja, untuk film terbaru kita harus menunggu dengan lebih sabar karena untuk versi rentalnya biasanya keluar beberapa minggu setelah masa tayang di bioskop.Tapi karena saya bukan orang Jepang saya tidak menyewa DVD. Salah satu alasannya adalah dengan koneksi internet super cepat bagai Shinkansen, sewa DVD adalah buang2 uang bagi saya. Lebih baik streaming langsung lihat di komputer, tidak usah download!! karena hanya menghabiskan kapasitas Hard Disk. Selain lihat film, komputer bisa dibuat main game, menulis sesuatu yang bermanfaat buat para blogger dan lain-lain.Jadi saran saya lebih baik beli komputer lalu pasang internet . Itu adalah hiburan yang terbaik dan termurah!!Biaya Asuransi dan Pajak PenghasilanKartu AsuransiTanpa memiliki asuransi kesehatan, berobat ataupun sakit saat berada di negara Jepang bisa jadi merupakan malapetaka besar karena biaya rumah sakit yang tergolong sangat mahal dan mencekik. Namun dengan memiliki asuransi kesehatan maka 70% dari biayanya akan ditanggung oleh pihak asuransi jadi kita cukup membayar sisanya saja sejumlah 30%. Jadi asuransi kesehatan mempunyai fungsi yang sangat vital dan wajib untuk dimiliki oleh setiap orang tidak terkecuali oleh orang asing yang berdomisili di negara tersebut.Biaya minimal untuk berobat ringan seperti demam atau sakit gigi misalnya di klinik atau rumah sakit adalah sekitar 1000 yen. Harga tersebut sudah termasuk asuransi, jadi bisa dibayangkan betapa mahalnya biaya yang harus dikeluarkan bagi mereka yang tidak memiliki asuransi. Rata rata biaya asuransi yang harus dibayarkan adalah sekitar 5000-7800 yen perbulan. Untuk standar orang Jepang, biaya asuransi ini dianggap masih kurang sehingga umumnya memiliki lebih dari 1 asuransi kesehatan atau membayar asuransi yang lebih mahal.Untuk besarnya pajak penghasilan (gensen) tergantung dari penghasilan setahun dan punya tanggungan istri dan anak apa tidaknya. Tiap orang pasti beda-beda, tidak adil donk orang yang penghasilannya 200ribu yen punya anak 10, pajaknya disamain dengan orang yang masih single dengan penghasilan yang sama. Nah pajak penghasilan ini dibayar setahun sekali. Karena saya belum setahun tinggal dan kerja di jepang saya masih belum ditagih pajak tinggal.Bagi yang memiliki mobil di Jepang, pengeluaran dipastikan lebih banyak lagi. Selain setiap bulan harus bayar tempat parkir, harus bayar juga asuransi mobil, dan setiap tahun bayar pajak mobil (kalau di Indo SAMSAT), belum lagi inspeksi mobil berkala (shaken). Karena itu di Jepang memiliki mobil itu suatu kemewahan, bukan karena harga mobilnya, tapi ya yang disebutkan tadi di atas.

KesimpulanDari semua biaya di atas, biaya hidup saya sebulan minimal sebagai berikut 1 Biaya tempat tinggal 63.000 2 Biaya makan dan minum 45.000 3 Biaya transportasi(dengan catatan sehari-hari naik sepeda) 10.000 4 Biaya listrik air dan gas 10.000 5 Biaya telepon dan internet 5.200 6 Biaya hiburan 5.000 7 Biaya asuransi 7.800 8 Biaya lain-lain 4.000 Total 150.000 Namun disamping itu, banyak juga teman-teman yang melaporkan bahwa mereka bisa hidup dengan jumlah uang yang jauh lebih kecil. Jadi biaya yang saya sebutkan dianggap cukup besar sehingga masih ada sisa untuk ditabung atau dikirim ke Indonesia. Beberapa biaya yang bisa dikurangi adapun penghematan yang bisa dilakukan umumnya terletak pada sewa rumah, misalnya sekamar untuk dua orang, mengurangi jatah biaya makan dengan memasak sendiri, mengurangi biaya hiburan, biaya jalan jalan dan masih banyak lagi.Bagi pelajar dan tinggal di asrama mahasiswa tentunya jumlah biaya yang bisa dihemat akan jauh lebih besar lagi karena sewa kamar yang umumnya sangat murah. Demikian juga untuk golongan tenaga magang atau training sepertinya mempunyai living cost terkecil karena akomodasi dan transportasi serta sebagian biaya asuransi biasanya ditanggung oleh perusahaan.Demikian sekilas tentang biaya hidup saya tinggal di JepangSemoga bermanfaat.

Continue reading »

Budaya bunuh diri Jepang

Budaya bunuh diri di Jepang sudah ada sejak jaman dulu kala dan masih mendarah daging hingga sekarang.Mengapa ada budaya yang negatif seperti itu?Budaya negatif? Tidak juga, karena negatif atau positif itu tergantung dari sudut pandang mana...Bukankah itu bertentangan dengan agama?Agama? Tergantung juga pada apa hal yang diyakini dan dipegang teguh seseorang...Bunuh diri = tidak bermoral?Menurut saya bunuh diri bukan masalah moral, tetapi masalah mental seseorang.Di Jepang, budaya bunuh diri lahir berawal dari semboyan atau prinsip hidup yang sangat keras, yaitu MENANG atau KALAH. Bila kalah maka harga diri mereka menjadi sangat rendah sehingga harus berakhir dengan kematian.Berawal dari para Samurai yang bila mengalami kekalahan mereka mengadakan ritual Seppuku atau Harakiri (menusuk dengan katana pendek dan membelah perut sendiri hingga mati).Tindakan ini biasanya dilakukan karena alasan harga diri, tanggung jawab karena gagal dalam tugas, kalah dalam peperangan sehingga sebelum dipermalukan karena akan ditangkap oleh pihak musuh, para pemimpinnya umum melakukan tindakan bunuh diri.Seppuku dalam kondisi terdesak bisa dilakukan dengan instan, namun dalam kasus standard, umumnya dilakukan dengan ritual yang cukup panjang. Pelaku seppuku akan melakukannya dalam kondisi bersih, baik badan dengan cara mandi maupun pakaian yang serba putih.Ritual ini tidak dilakukan seorang diri namun disaksikan oleh sejumlah orang serta di belakang pelaku juga berdiri seorang asistent yang bertugas untuk memenggal kepala si korban untuk menghindari penderitaan yang berkepanjangan !Pada perang dunia kedua,Para pilot pesawat melakukan Kamikaze dengan menabrakkan pesawatnya ke kapal Amerika di Pearl Harbour demi kemenangan, dan ketika Jepang menyerah kepada Amerika banyak tentara Jepang yang melakukan bunuh diri khususnya para petinggi militer atau sebagian yang tidak melakukan bunuh diri tidak kembali ke negara Jepang karena Malu.Di jaman sekarang pun masih adaThe Deputy Mayor of Kobe yang bunuh diri karena merasa tidak mampu menjalankan tugas pemulihan kota Kobe pasca gempa bumi hebat tahun 1995.Pejabat negara bunuh diri karena kasus korupsinya terbongkar. Contoh paling populer adalah yang dilakukan oleh Menteri Pertanian Jepang di tahun 2007, karena tersandung kasus korupsi. Kasus ini kemudian menyeret Kepala Mantan Green Resource Agency yang akhirnya juga memutuskan untuk mengambil jalan pintas untuk menyusul rekannya.Dan akhir-akhir inipun motif bunuh diri menjadi beragam, seperti :Kehilangan pekerjaan Usaha bangkrut Hutang piutang Gangguan kesehatan Masalah tekanan di lingkungan kerja Pergaulan dan masalah di lingkungan sekolah. Ijime atau bullying Khusus untuk motif bagian terakhir yaitu Ijime umumnya menimpa golongan pelajar atau anak anak. Ijime kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih "diganggu, diejek, di olok olok atau diteror secara mental oleh orang lain" Orang lain yang dimaksud dalam hal ini umumnya adalah teman sendiri, kakak kelas atau bahkan guru pembimbing.Menabrakkan diri adalah salah satu cara favoritMelompat dari gedung tinggi, menabrakkan diri dengan kereta yang sedang melaju, menutup semua pintu mobil dan menghubungkan saluran knalpot kedalamnya adalah beberapa cara bunuh diri yang umum dilakukan disamping cara lain yang lebih konvesional yaitu gantung diri.Selain "media favorit" seperti disebutkan di atas, ada juga "tempat fovorit" untuk melakukannya. Untuk kasus menabrakkan diri ke kereta api, jalur kereta api jurusan Chuo (Chuo Line) di Tokyo merupakan jalur kereta yang paling banyak dipilih, kemudian untuk area luar kota mereka sepakat memilih hutan Aokigahara yang terletak di kaki gunung Fuji !Data tahun 1988, 1999 dan 2002 tercatat 30, 74 dan 78 kasus yang berarti terus meningkat dan semakin menjadikannya sebagai "tempat terfavorit untuk bunuh diri "dari tahun ke tahun. Keluarga tetap harus bayarBunuh diri umumnya berarti menghilangkan nyawa diri sendiri. Segala beban dan permasalahan si korban mungkin akan selesai. Pihak keluarga yang ditinggalkan mungkin cuma akan direpotkan walau cuma sebatas biaya pemakaman saja.Namun untuk kasus tertentu masalahnya mungkin tidaklah sesederhana itu. Untuk kasus bunuh diri seperti Jisin Jiko misalnya, yaitu menabrakkan diri ke kereta api, kasusnya akan menjadi sangat panjang dan berat terlebih lagi kalau dilakukan di jalur kerata yang padat.Yang jelas selama beberapa jam pergerakan kereta di jalur tersebut akan berhenti, ratusan ribu atau bahkan jutaan penumpang akan terlantar atau dialihkan ke jalur lain. Situasi ini belum berhenti sampai disitu. Keluarga korban juga diharuskan membayar sejumlah uang denda untuk biaya bersih bersih dan konspensasi keterlambatan kereta.Bayangkan, Ini namanya, cara bunuh diri bukan untuk mengakhiri masalah namun menambah masalah. Namun walaupun begitu setiap tahun kasus seperti ini selalu saja berulang.Demikian juga untuk kasus lain seperti terjebak hutang pituang. Walaupun pelakunya sudah meninggal, hutang tidak akan lunas dengan sendirinya. Pihak keluargalah yang harus menanggungnya. Bunuh diri dan asuransi Kebanyakan dari pelaku bunuh diri adalah pria dan alasan terbesarnya adalah karena masalah kehilangan pekerjaan. Hal yang menyedihkan dan terasa berat tentu saja saat seseorang harus berada dalam kondisi tanpa pekerjaan, terlebih lagi bagi seorang yang telah menikah.Tanggung jawab dan harga diri sebagai seorang kepala keluarga jatuh dan sebagai ungkapan rasa malu karena merasa gagal melindungi keluarga tidak jarang para pria tersebut melakukan bunuh diri.Karena di negara jaminan asuransi juga mencakup bunuh diri. Jumlah yang dibayar tidak tangung tanggung, sangat besar apalagi kalau dirupiahkan. Mungkinkah faktor ini yang menyebabkan banyaknya kasus bunuh diri di negara tersebut ? Bisa iya namun bisa juga tidak. Namun sepertinya dalam situasi normal tidak akan ada orang yang berniat mati demi uang.Yakuza tidak mengenal kata bunuh diriKasus bunuh diri umumnya dilakukan oleh golongan ksatria pada jaman dulu dan masyarakat biasa pada masa sekarang.Golongan preman, pelaku kriminal , golongan semacam Yakuza atau sejenisnya hampir tidak mengenal tradisi bunuh diri semacam ini. Ungkapan rasa tanggung jawab karena gagal dalam tugas untuk golongan ini tidaklah sampai berakhir dengan kematian atau membunuh diri sendiri tapi cukup dengan cara potong jari yang dalam bahasa yakuza disebut dengan Yubisume.Ritual ini hanya dilakukan untuk tingkat kesalahan yang fatal dan umumnya jari yang dipotong dipilih yang paling kecil yaitu jari kelingking. Hal ini tentu saja merupakan suatu kasus ataupun fenomena unik yang sepertinya berlaku di negara mana saja.Seorang rekan saya pernah mengatakan "Jadi orang itu jangan terlalu baik ataupun perasa, nanti bisa cepat mati". Kalau menunjuk pada kasus yang ada, sepertinya pendapat rekan saya itu ada benarnya juga. Jadi besar ataupun kecilnya kasus bunuh diri yang terjadi di negara lain sama sekali tidak bisa dipakai sebagai kesimpulan akhir tentang kondisi moral negara yang bersangkutan karena bisa jadi adalah sebaliknya. Namun kalau dikaitkan dengan masalah mental, ya saya cendrung menyetujuinya. BUNUH DIRI DAN AGAMAKenapa kasus bunuh diri di negara Jepang sangat tinggi ?Apa penyebabnya ?Bagiamana dengan agama ?Ini mungkin merupakan pertanyaan paling menarik. Tentu saja tidak bisa dipungkiri agama memberikan andil besar untuk meminimalkan kasus kasus bunuh diri.Agama mengajarkan keseimbangan antara jasmani dan rohani, keduniawian dan dunia fana. Namun untuk kasus di negara Jepang atau di negara maju sepertinya ada sedikit hal yang perlu digaris bawahi.Untuk kasus tertentu seperti hilangnya semangat hidup, masalah cinta ataupun kekosongan jiwa mungkin agama adalah salah satu jalan terbaik. Namun untuk kasus lain seperti hilangnya pekerjaan, bangkrut atau terjebak hutang piutang, agama sama sekali dianggap tidak bisa membantu.Masalah hutang dan pekerjaan dianggap tidak akan hilang atau lunas hanya dengan sembahyang. Hidup di kota besar tanpa pekerjaan dan penghasilan, dikejar berbagai tagihan asuransi, sewa kamar dan pajak tentu bukanlah hal yang mudah dan cepat atau lembar mereka akan terlempar hidup dijalan sebagai gelandangan.Parahnya lagi budaya bantu saudara, pinjam uang atau minta tumpangan tidur sangat tidak umum dilakukan oleh orang Jepang. Hal inilah yang sering memicu seseorang untuk menarik diri dari kehidupan yaitu dengan melakukan bunuh diri.Bagi kebanyakan orang Jepang, bekerja adalah ibarat agama bagi mereka. Dengan bekerja maka hidup memiliki arti dan makna. Jadi di saat mereka kehilangan pekerjaan maka harga diri dan kebanggaan akan lenyap.Itulah sebabnya kasus bunuh diri terbesar disebabkan oleh karena kehilangan pekerjaan. Dalam kondisi dan situasi normal, sepertinya tidak ada seorangpun yang berpikiran untuk melakukan tindakan konyol ini, namun dalam kondisi tertekan, stress dan bingung atau bahkan marah segala tindakan yang tidak masuk akalpun sepertinya adalah mungkin. BUNUH DIRI DI INDONESIA Kasus bunuh diri di Jepang dan sering menjadi sorotan dari banyak orang namun kita sering lupa bahwa sebenarnya kasus bunuh diri ini juga cukup banyak terjadi di Indonesia.Kasus ini seakan lepas dari sorotan mungkin salah satunya karena tidak adanya informasi yang transparan tentang hal ini. 16.000 orang pertahun ?Menurut guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, A Prayitno menyebutkan, berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization yang dihimpun tahun 2005-2007 sedikitnya 50.000 kasus bunuh diri di Indonesia.Jadi kalau di rata ratakan adalah sekitar 16.600 an kasus pertahun atau 7,41 orang per 100.000 penduduk. Masih lebih rendah dari kasus di Jepang yaitu 24 orang per 100.000 penduduk. Sedangkan angka rata rata kasus bunuh diri di dunia (kalau tidak salah) adalah 14.5 orang per 100.000 penduduk. Jumlah yang tentu saja kecil kalau dibandingkan dengan kasus di negara Jepang.Namun perlu dicatat bahwa jumlah ini belum termasuk korban yang meninggal akibat overdosis obat terlarang dan sejenisnya. Jadi kalau semua angka digabungkan maka jumlahnya akan menjadi fantastis.Sedikit membingungkan juga, kenapa data ini justru harus dikutip dari WHO ?Sepertinya kebanyakan kasus yang terjadi di Indonesia cendurng "ditutupi", baik oleh pihak keluarga maupun pihak lain. Hal yang wajar tentu saja, keluarga mana yang bangga kalau saudaranya meninggal karena bunuh diri.Hal inilah menyebabkan sulitnya mendapatkan data yang akurat. Satu satunya daerah yang bisa memberikan data paling lengkap adalah Bali dan Jakarta, yang mencatat sebagai berikut.Untuk daerah Bali pada periode Januari hingga 22 September 2005 yang mencapai 115 kasus bunuh diri, sedikit lebih rendah dari angka tahun sebelumnya (2004) yaitu tercatat 121. Dari rentang umur tercatat 82 pria (71%) dan perempuan 33 orang (29%). Sedangkan pelaku bunuh diri dari kelompok anak-anak usia 7 s/d 15 tahun tercatat ada 8 orang, usia lanjut juga 8 orang. Sedangkan untuk daerah Jakarta sepanjang 1995 s/d 2004 mencapai 5,8 orang per 100.000 penduduk. Kalau diasumsikan penduduk Jakarta adalah 7,72 juta jiwa (data tahun 2000 menurut sumber BPS DKI ) maka akan didapat angka sekitar 563 orang pertahun, Masih untuk kasus di Jakarta, mayoritas pelaku adalah kaum pria. Dari 1.119 korban bunuh diri, 41% di antaranya gantung diri, 23% dengan minum racun dan 256 sisanya overdosis. Sumber dari site Menkokesra ( www.menkokesra.co.id ) mencatat data lain sebagai berikut : "Berdasarkan data forensik FKUI/RSCM 1995-2004 terdapat 771 orang laki-laki bunuh diri dan 348 perempuan, jadi perbandingannya adalah sekitar 68% pria dan 32% wanita. Dari jumlah tersebut, 41% melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri, dengan menggunakan insektisida 23% dan overdosis mencapai 356 orang . . . . . " Bagaimana dengan daerah lain ?Nyaris tidak terdengar namun tentu saja bukan berarti tidak ada. Kalau seandainya berdasarkan data di atas yaitu 16.600 an kasus bunuh diri di Indonesia pertahun, kita kurangi dengan kasus yang ada di Bali dan Jakarta, serta dibagi 31 propinsi (minus Bali dan Jakarta), maka akan didapat angka sekitar 500 orang pertahun untuk setiap provinsi.Tentu bukan merupakan angka yang bisa dibilang kecil.Bom Bunuh Diri Kasus bunuh diri bisa jadi jumlahnya kecil di Indonesia, namun untuk kasus bunuh diri dengan menggunakan bahan peledak atau dengan kata lain juga berarti membunuh orang lain, kasusnya relatif tinggi di negara kita.Kasus ini sepertinya cukup menghawatirkan karena bunuh diri cara ini akan memakan korban orang lain yang nyaris tidak ada sangkut pautnya dengan si pelaku.Penutup, Kesimpulan dan Opini Masalah Mental Bunuh diri seperti halnya dengan korupsi, adalah merupakan masalah sosial yang tidak sederhana dan bisa terjadi di negara mana saja tidak hanya sebatas di negara jepang saja tapi juga (tanpa kita sadari) juga terjadi di Indonesia.Disamping karena alasan mental, masalah lain seperti lingkungan, keluarga, kelompok, masyarakat dan juga budaya ikut mempengaruhi.Seleksi AlamBunuh diri adalah ibarat seleksi alam. Ditengah persaingan hidup yang sangat ketat seperti di negara Jepang, seakan hanya memberikan 2 pilihan saja dalam hidup yaitu MENANG atau MATI. Tapi kehidupan terus berjalan maju dan seakan hanya menyisakan yang TERBAIK, sedangkan mereka yang "Lemah" dan menganggap diri tidak berguna terpaksa harus menyisihkan diri atau tahu diri.Beruntunglah, kehidupan di negara kita tidaklah sekeras dan segila kehidupan di Jepang. Kondisi alam kita juga sangat bersahabat hangat sepanjang tahun sehingga sama sekali tidak ada yang perlu dikhawatirkan.Tidak ada rasa cemas harus mati kedinginan di musim salju dan juga tidak ada yang namanya hantu pajak yang selalu menuntut harus dibayar. Jadi dengan kondisi seperti ini budaya aneh semacam ini tampaknya tidak akan mungkin menular ke negeri kita.Agama sebagai salah satu solusi dan pemicuTentang agama, sepertinya sangat jelas yaitu merupakan salah satu solusi mengurangi kasus bunuh diri. Namun disisi lain harus diakui juga bahwa agama juga bisa memicu seseorang melakukan bunuh diri, contoh salah satunya adalah kasus bom bunuh diri seperti yang cukup sering terjadi di sejumlah tempat.Referensi dan sumberkeranjangkecil.jp

Continue reading »