PENDIDIKAN ANAK ALA JEPANG

Rahasia Pendidikan TK, SD, dan Daycare di Jepang[Bisa Langsung Ditiru dan Dipraktekkan]Suatu hari, saya dan seorang kawan mengantri di sebuah stasiun di kota Nara-Jepang. Tiba-tiba, kawan saya tersebut berseru sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah deretan panjang warga Jepang yang sedang berdiri mengantri sambil membaca buku.Kita masyarakat beragama. Kita memiliki ayat dalam kitab suci yang memerintahkan kita untuk membaca. Lalu, kenapa malah mereka (masyarakat Jepang) yang notabene tidak beragama, justru yang gemar membaca? Seharusnya kita bisa lebih baik dari mereka.Pertanyaan itu terus menghantui saya. Benar juga apa yang ia katakan. Kita memiliki aturan dan perintah untuk membaca dalam kitab suci. Namun, justru kebanyakan dari kita jarang mengamalkannya. Sedangkan masyarakat Jepang yang bisa dikatakan tidak beragama, justru mengamalkan ajaran-ajaran dari kitab suci kita. Tak hanya ajaran untuk membaca, namun juga ajaran dalam menjaga kebersihan, kedisiplinan, ketertiban, hingga menjaga kenyamanan orang lain. Orang Jepang lebih mengamalkan ajaran-ajaran itu ketimbang kita.... (dikutip dari halaman 84). Lalu, adakah yang kurang tepat pada pendidikan di negara kita? Khususnya pendidikan anak, di mana karakter manusia dewasa terbentuk sejak anak-anak. Temukan berbagai rahasia pendidikan anak di Jepang dalam buku ini. Rahasia yang sebenarnya sangat mudah kita tiru dan terapkan di sekolah, daycare, maupun di rumah kita. Testimoni: "...Buku yang sangat luar biasa. Saya banyak belajar dari buku ini. Karena saya juga mengagumi sistem pendidikan di Jepang. Semoga bisa menjadi pencerahan bagi para orang tua dan pendidik di Indonesia…” (Kak Seto, Tokoh Pemerhati Anak) Buku ini membeberkan nilai-nilai positif dari pendidikan masyarakat Jepang yang bisa kita tiru bersama. Memang tidak semua budaya mereka sempurna. Namun, apabila kita bisa mengambil nilai-nilai positif yang mereka miliki, bukanlah mustahil kita bisa menjadi bangsa yang jauh lebih besar dan berakhlak mulia. (Dr. Berry Juliandi - Alumnus NAIST Jepang, Dosen IPB dan Chief and Editor Hayati Journal) Penulis : Saleha Juliandi, M.Si & Juniar Putri, S.Si ISBN : 978-602- 1277-195 Tebal Buku : 200 halamanBagi yang ingin pesan buku ini bisa contact ke alamat emaillayanankdj@gmail.com

Continue reading »

Learn from Japan

LET'S LEARN FROM JAPANRead this beautiful Information about Japan1. Did you know that Japanese children clean their schools every day for a quarter of an hour with teachers, which led to the emergence of a Japanese generation who is modest and keen on cleanliness.2. Did you know that any Japanese citizen who has a dog must carry bag and special bags to pick up dog droppings. Hygiene and their eagerness to address cleanliness is part of Japanese ethics.3. Did you know that hygiene worker in Japan is called "health engineer" and can command salary of USD 5000 to 8000 per month, and a cleaner is subjected to written and oral tests!!4 Did you know that Japan does not have any natural resources, and they are exposed to hundreds of earthquakes a year but do not prevent her from becoming the second largest economy in the world?5. Did you know that Hiroshima returned to what it was economically vibrant before the fall of the atomic bomb in just ten years?6. Did you know that Japan prevents the use of mobile in trains, restaurants and indoor.7. Did you know that in Japan students from the first to sixth primary year must learn ethics in dealing with people.8. Did you know that the Japanese even though one of the richest people in the world but they do not have servants. The parents are responsible for the house and children.9. Did you know that there is no examination from the first to the third primary level; because the goal of education is to instill concepts and character building, not just examination and indoctrination.10. Did you know that the rate of delayed trains in Japan is about 7 seconds per year!! They appreciate the value of time, very punctual to minutes and seconds.11. Did you know that children in schools brush their teeth (sterile) and clean their teeth after a meal at school; They maintain their health from an early age.12. Did you know that students take half an hour to finish their meals to ensure right digestion When asked about this concern, they said: These students are the future of Japan.

Continue reading »

Tata krama membunyikan klakson di Jepang

KLAKSON bisa disebut sebagai perlengkapan standar. Dengan maksud agar Anda lebih nyaman dalam berkendaraan. Tentu saja, penggunaan klakson amat berkait dengan sopan santun di jalan. Di Jepang, Eropa, atau Amerika, jarang sekali orang menggunakan klakson.Coba perhatikan saat Anda sedang berada di jalanan Jepang, pasti jarang terdengar klakson kendaraan. Padahal, jalanannya cukup macet.Kenapa ya? Tingginya rasa solidaritas, disiplin berlalu lintas memang faktor utama, dan memang disebagian wilayah seperti rumah sakit, pemukiman penduduk, sekolah dll, klakson sangat dilarang dibunyikan.Orang Jepang hanya menggunakan/membunyikan klakson bila :Di traffic light ketika lampu sudah hijau tetapi kendaraan di depan tidak menyadarinya, maka sebagai pengingat mereka membunyikan klakson.Saat di situasi yang dianggap membahayakan, seperti ada pengendara ugal-ugalan.Sebagai ucapan terima kasih ketika diberi jalan (hanya di sebagian wilayah di Jepang).Jadi meskipun macet, sangat tidak dianjurkan membunyikan klakson di Jepang, harus sabar menunggu. Kalau terlanjur membunyikan klakson, siap-siap saja mendapat makian atau dianggap orang tak punya santun.Semacet ini orang tetap sabat menungguKota yang bersih dari sampah, jalanan yang tertib kendaraan dan jarang suara klakson terdengar, membuat Jepang begitu nyaman untuk dikunjungi.

Continue reading »

Ishi no ue ni mo sannen

石の上にも三年“Ishi no ue ni mo sannen”Arti harfiah: Di atas batu pun tiga tahunMakna: Biar batu yang dingin sekalipun, akan jadi hangat bila terus diduduki selama tiga tahun.Maksudnya: Pada umumnya dalam bidang pekerjaan biar pun berat dan sulit, jika bersabar setidaknya 3 tahun pasti akan menjadi terbiasa dan mudah hingga tercapai kesuksesan.Entah sengaja atau tidak, 3 tahun juga batas waktu maksimal untuk pekerja magang bekerja di Jepang.

Continue reading »