Bubuk pengeras minyak Katameru Tenpuru

Beberapa hari ini saya selalu masak bermacam-macam gorengan, tentu saja menggunakan minyak goreng.
Masak goreng pakai air, ya enggaklah..
Nah setelah goreng menggoreng, tahukah sahabat KdJ kalau di Jepang minyak bekas gorengan atau yang biasa disebut minyak jelantah itu TIDAK BOLEH atau DILARANG dibuang di wastafel atau di selokan..
Mengapa??
Alasan pertama adalah karena air dan minyak tidak bisa menyatu.
Dan tentunya bila dibuang di sungai atau selokan akan menjadi limbah yang membuat air menjadi kotor dan bahkan ikan atau makhluk hidup lainnya bakalan mati.
Seperti kasus kapal minyak tangker yang mengalami kebocoran sehingga banyak ikan di laut mati dan ekosistem laut menjadi rusak.
Begitu juga bila dibuang di sungai atau selokan.
Bila musim panas di Jepang jangan kaget, bila melihat banyak ikan koi beraneka warna yang indah menari-nari di selokan, karena memang air selokan limbahnya sedikit atau bisa dibilang tidak ada.
Alasan kedua adalah supaya melindungi air tanah tetap bersih.
Bila air yang ada di atas tanah (selokan dan sungai) bersih, otomatis air tanah juga ikut bersih, bukan?
Itulah SALAH SATU sebabnya air kran di Jepang bisa diminum langsung, sedikit menggunakan obat-obatan yang membuat air bersih, sehingga rasa dari air kran itu enak.
JADI BAGAIMANA CARANYA BUANG MINYAK JELANTAH???
Cara pertama adalah menggunakan bubuk pengeras minyak (KATAMERU TENPURU).
Setelah menggoreng, masukkan bubuk Katameru Tenpuru ke dalam minyak dan aduk sampai rata.
Setelah mendingin minyak akan menjadi keras seperti Jelly.
Setelah keras itulah dibuang di tempat sampah.
Cara kedua adalah minyak goreng bekas sebelum dibuang dimasukkan ke dalam botol plastik, dan ditutup rapat supaya tidak merembes keluar.
Tempat dan lokasi pembuangan sampah sudah ditentukan, kita harus membawa dan membuangnya disana.
Nah, apakah sahabat KdJ peduli dengan kebersihan air selokan atau sungai di sekitar tempat tinggal.
Bila ingin merubah Indonesia, harus dimulai dari diri sendiri dari hal yang kecil.

Buanglah sampah pada tempatnya

Tidak membuang sampah sembarangan terutama di selokan atau sungai.
Apalagi membuang bangkai binatang ke sungai.
Mari kita peduli terhadap kebersihan lingkungan kita (terutama selokan dan sungai) yuk.
Baca juga artikel Peraturan buang sampah di Jepang